Laporan Garuda Direspon, KPK Siap Datang Ke Tarakan

0
369
Ketua Garuda Akbar Syarif Bersama Kordinator Lapangan Yudhi Hamdani, Tersenyum Sumringah Berhasil Meyakinkan KPK, PT.PLN Tarakan Bermasalah (mei)
Ketua Garuda Akbar Syarif Bersama Kordinator Lapangan Yudhi Hamdani, Tersenyum Sumringah Berhasil Meyakinkan KPK, PT.PLN Tarakan Bermasalah (mei)
Ketua Garuda Akbar Syarif Bersama Kordinator Lapangan Yudhi Hamdani, Tersenyum Sumringah Berhasil Meyakinkan KPK, PT.PLN Tarakan Bermasalah (mei)

MBNews, Jakarta – Gerakan Pemuda Daerah (Garuda) telah resmi menyerahkan bukti laporan tambahan terkait swastanisasi PT. Pelayanan Listrik Nasional (PT. PLN) Tarakan serta Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sebesar 59 persen, yang memberatkan masyarakat kota Tarakan, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/7).

Ketua Garuda Akbar Syarif mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Garuda kepada penyidik KPK terkait polemik kelistrikan yang tengah tejadi, diantaranya peralihan status PT.PLN dari Persero menjadi anak perusahan PT.PLN Tarakan ditambah besaran tarif yang harus ditanggung masyarakat.

Dijelaskan Akbar peralihan status anak perusahan yang dilakukan oleh PT.PLN Tarakan seharusnya berorientasi pada ketahanan serta menjamin mutu keandalan energi, namun kenyataannya hingga saat ini kondisi kelistrikan di Tarakan tidak membaik.

“Masyarakat Tarakan sudah dibebankan dengan biaya tarif yang mahal, tapi pelayan dari PT.PLN Tarakan tidak juga memuaskan,”ujar Akbar.

Lanjut Akbar, pihaknya kali ini menyambangi kantor KPK dengan membawa beberapa bukti baru yang menguatkan laporan awal Garuda, yang telah lebih dulu masuk ke Bareskrim Polri, salah satunya adalah dokumen laporan keuangan PT.PLN tahun 2014 semenjak ditetapkannya PTLB 59 persen.

Dari pantauan merahbirunews.com kurang lebih hampir 2 jam lamanya garuda diinterogasi oleh penyidik yang merespon Laporan tersebut. Saat diinterogasi, penyidik KPK menyatakan bahwa berkas laporan yang dibawa oleh Garuda sudah bisa ditindak lanjuti ke ranah penyidikan, namun masih memerlukan sedikit tambahan alat bukti lagi agar bisa membuktikan PT.PLN Tarakan terindikasi merugikan Negara. Bahkan penyidik sempat menantang Garuda untuk berlomba cepat untuk mendapatkan alat bukti tambahan tersebut, sebelum tim KPK terjun ke Tarakan.

“Ayo siapa yang lebih dulu dapatkan barang bukti itu,” tantang Tomo salah satu penyidik KPK kepada Garuda.
Meski demikian Tomo tidak mau menyebutkan apa alat bukti tambahn yang dimaksud,yang pasti pihaknya serius menindaklanjuti laporan Garuda.

Akbar bersama tim Garuda bersyukur laporan tambahan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari KPK. Bahkan dengan bukti yang sudah diserahkan Garuda, KPK positif mengusut tuntas persoalan kelistrikan di Tarakan sampai ke akarnya, termasuk turun tangan mencari alat bukti terbaru.

“Kami senang dengan respon dari KPK, artinya mereka akan menganalisa lagi laporan yang kami serahkan, rencananya besok kami kembali ke KPK,”imbuhnya.

Dari kabar yang beredar,dalam waktu dekat rencananya penyidik KPK akan terbang ke Tarakan untuk mendapatkan alat bukti yang kurang dari laporan Garuda. Namun kapan KPK tiba di Tarakan waktunya dirahasiakan, berdasarkan kejadian penangkapan pelaku korupsi, KPK biasanya menjadikan hari Jumat sebagai waktu keramat untuk berkunjung, sekaligus menciduk pihak yang dilaporkan. (mei/nur)