PDAM Tarakan Pusing, Embung Binalatung “Sakaratul Maut”

0
594
Ketersediaan Air Diembung kian Hari Menyusut (nur)
Ketersediaan Air Diembung Binalatung Yang kian Hari Menyusut, Jika mencapai 2,5 Meter Dibawah Tinggi Muka Air Dapat Dipastikan Warga Tarakan Timur Akan Kesulitan Mendapatkan Suplai Air Bersih Dari PDAM Tarakan (nur)
Ketersediaan Air Diembung Binalatung Yang kian Hari Menyusut, Jika mencapai 2,5 Meter Dibawah Tinggi Muka Air Dapat Dipastikan Warga Tarakan Timur Akan Kesulitan Mendapatkan Suplai Air Bersih Dari PDAM Tarakan (nur)

MBNews, Tarakan – Tidak turunnya hujan dalam kurun waktu hampir sebulan didaerah hutan lindung gunung selatan, berdampak pada turunnya debit air embung binalatung jalan Gunung Slipi Kampung Satu Kota Tarakan. Ketinggi air di embung binalatung yang dijadikan sebagai air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam sudah mencapai titik terendah 1,75 Meter atau dibawah Tinggi Muka Air (TMA) 0 centimeter.

Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan Agus Adnan mengatakan, jika dalam watu dua hingga lima hari kedepan hujan belum mengguyur hulu sungai embung binalatung maka dapat dipastikan air yang ada diembung binalatung habis. Ketika air embung habis tentu akibatnya fatal yakni pendistribusian air bersih kepelanggan PDAM di wilayah Tarakan Timur akan terganggu.

“Didaerah hulu embung binalatung belum ada turun hujan, sehingga terjadi penurunan kapasitas air diembung, saat ini sudah kritis sebap penurunan air sudah mencapai 1,75 meter dan ini bisa tambah parah jika mencapai 2,5 meter penurunannya,” ungkap Agus Adnan, Senin (27/04/2015).

Lanjut Agus, jika normalnya Instalasi Pengelolaan Air (IPA) PDAM Kampung bugis dan Kampung satu mampu mengelola air baku dari embung binalatung perharinya sebanyak 200 liter perdetik, maka sejak terjadinya penurunan debit air baku diembung binalatung, IPA kampung satu hanya mampu mengolah air baku menjadi air bersih sebanyak 60 liter perdetik.

“saat ini terjadi penurunan kapasitas pengolahan air bersih yang seharusnya 20 liter perdetik untuk 2 IPA kampung bugis dan kampung satu, maka saat ini hanya bisa sebanyak 60 liter perdetik,” jelasnya.

Ketika ditanya dibutuhkan hujan berapa jam untuk menormalkan debit air yang ada diembung binalatung,? Agus menjawab, untuk menormalkan debit air setidaknya diperlukan hujan 4 jam selama 3 hari berturut-turut.

“kita baru aman jika hujan 4 jam didaerah hulu embung binalatung selama 3 hari.” Tegas Agus.

Jika dalam seminggu tidak ada hujan yang turun di hulu embung binalatung, maka pelanggan air PDAM didaerah kampung satu, kampung empat, kampung enam, mamburungan, gunung lingkas, lingkas ujung dan sebagian pamusian, dipastikan tidak dapat menikmati air bersih secara lancar. PDAM akan menggunakan sistem pendistribusian air bersih secara bergiliran. (nur)