Pengelolaan keuangan negara penuh resiko, prinsip akuntabilitas perlu ditingkatkan

0
345
Pj Gubernur Kaltara saat menjadi pembicara saat seminar akuntabilitas pengelolaan keuangan negara (hfa)
Pj Gubernur Kaltara saat menjadi pembicara saat seminar akuntabilitas pengelolaan keuangan negara (hfa)
Pj Gubernur Kaltara saat menjadi pembicara saat seminar akuntabilitas pengelolaan keuangan negara (hfa)

MBnews, Tarakan – Tidak adanya akuntabilitas yang dimiliki oleh lembaga pemerintahan dalam pengelolaan keuangan akan menjadi permasalahan yang kompleks kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara DR. Irianto Lambrie, saat membuka seminar pembangunan budaya disiplin kerja dalam mendorong akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara dan daerah di lingkup pemerintahan kabupaten dan kota Provinsi Kaltara, Selasa (2/7/2014) siang di Swissbell Hotel Tarakan.

Dalam melakukan pengelolaan keuangan ada 2 macam bentuk yang dilakukan. Pertama niatnya sengaja melakukan penyimpangan dan yang kedua karena tidak cermat dan keteledoran.

“Perlu diingatkan, dalam mengelola uang penuh dengan resiko, jangankan uang Negara, uang pribadi terkadang sulit untuk kita kelola.” Ungkap Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie

Menjaga keharmonisan antara rekan kerja sejawat, atasan dan bawahan sangat perlu karena hal tersebut juga berpengaruh dengan pegelolaan keuangan dalam sebuah lembaga. Hal itu penting untuk menghindari unsur kecurigaan dan saling menyalahkan saat terjadinya suatu masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan.

“Penyimpangan sering terjadi karena tidak harmonisnya kinerja antar pegawai yang ada. Banyak yang akhirnya bermasalah karena masalah eksternal. Sana-sini melapor baik melalui surat kaleng, SMS gelap dan lainnya.” Ujar Irianto

Diharapkan silahturahmi baik antara pemprov dan kabupaten/kota terus dijaga karena apabila adanya putus koordinasi, hal tersebut akan kurang diridhoi dalam menjalankan tugas. (HFA)