Bidang Peluang Usaha Pariwisata Melesat Pasca Pandemi, Yogyakarta Genjot Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil

0
210

merahbirunews.com – Yogyakarta – Perkembangan sektor pariwisata baik pada di luar negara kemudian pada negeri pasca pandemi pandemi Covid-19 memicu tingginya permintaan tenaga kerja terampil di tempat bidang kepariwisataan. Perkembangan sektor wisata itu ditandai bertumbuhsuburnya hotel-hotel, destinasi baru, restoran, hingga layanan biro perjalanan dan juga transportasi, tak terkecuali di area Yogyakarta. 

“Kami perkirakan di dalam Yogyakarta saja, permintaan tenaga kerja terampil sektor wisata jumlahnya 10 ribu orang per tahun,” kata trainer bidang wisata selama Yogyakarta Gebian Sadewa pada Selasa, 5 Desember 2023.

Padahal, jumlah keseluruhan sumber daya terampil yang tersebut tersedia setiap tahunnya di tempat sektor wisata itu masih kurang. Di Yogyakarta jumlahnya masih di area bawah 5 ribu orang.

Sejumlah siswa melakukan ujian kompetensi bidang kepariwisataan di area Yogyakarta. (Tempo/Pribadi Wicaksono)

Sadewa yang digunakan juga yang dimaksud juga Manajer Pembangunan Lembaga Kursus dan juga Latihan (LKP) Duta Persada, yang tersebut selama ini bergerak pada bidang pelatihan kepariwisataan,  menuturkan bahwa setiap tahunnya lembaganya meluluskan 300 tenaga terampil. 

“Dari 300 itu semua terserap, 60 persen ke industri perhotelan baik di dan juga luar negeri, sisanya bidang pelayaran,” kata Sadewa yang mengatakan dalam Daerah Perkotaan Yogyakarta sendiri setidaknya ada 12 lembaga kursus pelatihan kepariwisataan. 

Pertumbuhan sektor wisata turut memicu pertumbuhan hotel khususnya berbintang di dalam Yogyakarta sehingga permintaan tenaga kerja di area sektor ini turut melonjak tiap tahunnya.

Data Perhimpunan Hotel kemudian Kafe Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta hingga 2021, tercatat jumlah keseluruhan hotel berbintang di dalam kota itu ada 168 hotel serta 1.528 hotel nonbintang kemudian penginapan sejenis.

Besarnya peluang serapan tenaga kerja bidang pariwisata ini, kata Sadewa, memberi lebih tinggi sejumlah pilihan para lulusan memilih lapangan kerja dari luar atau pada negeri.

Sadewa mencontohkan, pada waktu ini dari 20 siswa jalur beasiswa Proyek Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Platinum yang digunakan dijalankan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Studi dan juga Teknologi Indonesia di tempat lembaganya, yang telah terserap bekerja mulai Januari 2024 nanti.

“Dari 20 siswa itu, delapan dalam antaranya sudah ada diterima proses magang di tempat hotel internasional di tempat Tanah Melayu lalu Thailand, sisanya pada hotel berbintang lima pada Yogyakarta,” kata Sadewa.

Para siswa itu menjalani pelathan khusus selama tiga bulan terakhir atau sejak September lalu. Mereka lalu menjalani uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi. Proyek khusus ini sendiri cuma dikhususnya bagi partisipan berusia 17-25 tahun yang dimaksud tak sedang sekolah atau kuliah maupun bekerja. Seluruh kontestan merupakan usia produktif namun masih menganggur. 

PRIBADI WICAKSONO