SKTM diprotes orang tua, Arinda : itu sudah arahan dari Disdik Tarakan

0
547
Kepala SMA Negeri 1 Tarakan Arinda Susanti (Kanan/facebook)
Kepala SMA Negeri 1 Tarakan Arinda Susanti (Kanan/facebook)
Kepala SMA Negeri 1 Tarakan Arinda Susanti (Kanan/facebook)

MBNews, Tarakan – Masalah pendaftar untuk siswa kurang mampu di SMA Negeri 1 Tarakan yang hanya dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) menuai protes dari kalangan orang tua siswa. Namun Pihak sekolah menanggapinya dengan santai karena hal tersebut sudah dilakukan sesuai dengan pedoman awal yang diterima dari Dinas Pendidikan Kota Tarakan.

Kepala SMA Negeri 1 Tarakan Arinda Susanti, Kamis (3/7/2014) mengatakan, awalnya syarat untuk mendaftar hanya bisa dengan surat keterangan Keluarga Miskin (Gakin) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun setelah adanya sosialisasi, masih banyak warga miskin tidak memiliki kartu Gakin dan PKH, sehingga dengan perintah Dinas Pendidikan diperbolehkan SKTM yang dikeluarkan oleh pihak Kelurahan.

“Awalnya syarat yakni kartu gakin dan PKH, namun adanya surat resmi dari Disdik hari senin kemarin, SKTM dari kelurahan dapat diperbolehkan.” Kata Arinda

Pihak sekolah tidak tinggal diam kepada pendaftar yang mengunakan SKTM tersebut karena melakukan survey langsung di rumah orang tua pendaftar apakah orang tersebut benar-benar tidak mampu.

“ Kita Survei kok, tapi dilakukan tidak semua dan dilakukan secara acak hanya 3 sampai 4 pendaftar.” Ungkap Arinda

Arinda menambahkan ada 25 persen kuota untuk menerima siswa kurang mampu tersebut. Kemudian bagi yang belum diterima, pihak memohon maaf karena tidak dapat terfasilitasi.(HFA)