Suriani berharap hanya Sibka yang alami keterlambatan perawatan medis hingga meninggal dunia

0
445
Suriani dengan menunjukan foto almarhum Sibka (hfa)
Suriani dengan menunjukan foto almarhum Sibka (hfa)
Suriani dengan menunjukan foto almarhum Sibka (hfa)

MBNews, Tarakan – Suriani ibunda dari Sibka Fi’Aina anak malang yang meninggal dunia karena keterlambatan penanganan medis masih syok dan tidak percaya dengan kepergian buah hatinya tersebut. Saat ditemui di kediamanannya di RT 2 Gunung Lingkas, dengan berurai air mata berharap agar yang dialami oleh Sibka tidak terjadi dengan anak-anak lainnya.

“Saya berharap kejadian ini hanya terjadi kepada anak saya, jangan sampai anak lainnya menjadi korban akibat keterlambatan proses medis,” Ujar Suriani, Kamis (16/4/2015)

Suriani akui keterlambatan surat rujukan yang diberikan pihak puskesmas Gunung Lingkas ke rumah sakit menjadi wujud kekecewaaannya, padahal dirinya sudah berusaha mendapatkan surat rujukan tersebut agar anaknya bisa ditangani dengan cepat.

“Hari senin dini hari jam 2 pagi anak saya dirawat, karena penyakitnya sudah parah beberapa jam kemudian nyawa anak saya tidak tertolong, padahal jika sejak hari jumat surat rujukan keluar mungkin tidak terjadi seperti ini,” katanya

“Pihak petugas medis hanya mengatakan ini anaknya lambat dirawat, dan hal ini membuat saya syok, pelayanan puskesmas sangat tidak memuaskan karena beberapa kali rujukan saya minta tetap tidak dikasih,” lanjutnya sampai berurai air mata

Suriani tidak akan meminta pertanggungjawaban dari pihak pemerintah akibat kejadian yang meminta anaknya. Ibu rumah tangga tersebut dengan tulus berharap jangan sampai kejadian serupa terjadi dengan masyarakat lainnya dan tidak ada lagi kata terlambat dalam merawat pasien.

“Saya dan suami sudah iklas, kami tidak menuntut, cukup anakku yang begitu, sudah cukup,”

Sibka Fi’Aina, bocah usia 6 tahun meninggal dunia karena penyakit tifus (Thypus Abdominalis) Hari senin (13/4/2015) dan telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Markoni. (hfa)