Uang Palsu Rawan Beredar Dipedagang Kaki Lima

0
570
Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Ilustrasi (lensaindonesia.com)

MBNews, Tarakan – Walaupun sebagai kota yang banyak melakukan transaksi keuangan di wilyah Kalimantan Utara (Kaltara), Peredaraan uang palsu diperbankan masih masuk kategori nihil, Pasalnya dari tahun 2014 nyaris masyarakat yang menabung atau menukarkan uang tersebut di Perbankan tidak didapatkan. Hal itu diungkapkan Akhmad Jossan Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tarakan Kepada MBNews, Minggu (4/1/2014)

Dikatakan, untuk peredaraan uang palsu diperbankan sangat sulit terjadi, sebab semua uang yang disetor oleh masyarakat melalui Perbankan harus melalui serangkaian pemeriksaan yang ketat jika dicurigai ada lembaran rupiah yang dianggap tidak asli.

“Saya tidak berani mengatakan uang palsu tidak ada di Tarakan, namun untuk sampai ke Perbankan belum kita temui.” Jelas Akhmad Jossan,

Ketika disinggung bagaimana jika ditengah masyarakat, kemungkinan uang Palsu banyak beredar ? Menurut Akhmad bisa saja uang palsu beredar di tengah masyarakat dengan memanfaatkan ketidak tahuan warga Tarakan terhadap ciri ciri uang palsu. Biasanya oknum yang menggunakan uang palsu akan menggunakan uang tersebut dipedagang kaki lima.

“Biasanya yang jadi korban pedagang kaki lima, sebab masih ada pedagang yang tidak mengetahui ciri uang palsu, jadi untuk itu kewaspadaan perlu dilakukan.” Ujar Pimpinan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim Kota Tarakan ini.

Adapun untuk mengetahui uang palsu secara kasat mata tanpa menggunakan alat pendeteksi uang palsu, menurut Akhmad bisa dilakukan dengan cara 3D yaitu, dilihat, diraba dan diterawang. Dilihat, lihatlah uang yang anda miliki, apakah warnanya pudar, kusam, pucat, luntur, patah-patah, atau masalah lainnya. Pastikan uang yang anda periksa tadi memiliki warna, corak dan gambar yang baik serta memiliki tanda-tanda uang asli seperti tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional, bahan kertas serta benang tali pengaman yang berada di dalam uang tersebut. Uang-uang pecahan besar biasanya memiliki tanda keaslian lain seperti corak gambar dengan warna yang mencolok.

Diraba, usaplah uang tersebut apakah uang itu terasa kasar atau lembut. Uang yang asli biasanya agak kaku dan tebal bahan kertasnya. Di samping itu pada angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan akan terasa jika diusap-usap. Rabalah uang anda apakah sudah asli atau belum.

Diterawang, langkah yang terakhir adalah menerawangkannya ke sumber cahaya kuat seperti matahari dan lampu. Setelah diterawang lihatlah bagian tali pengaman dan tanda mata air apakah dalam kondisi baik atau tidak.

“Cara sederhana mengetahui uang yang kita miliki asli apa palsu cukup dengan mekanisme 3 D, Dilihat, Diraba, dan Diterawang.” Beber Akhmad Jossan.

Untuk diketahui, dalam data penanganan kasus pidana yang dilakukan oleh Polres Tarakan tercatat sepanjang tahun 2014 lalu, tindak pidana uang palsu yang ditangani hanya ada 1 kasusu, walaupun hanya 1 kasus bukan berarti Tarakan daerah yang bebas dari peredaran uang palsu (run)