UMKM belum banyak beroperasi, Tarakan Banjir Elpiji 3 Kg

0
296
Ketua Komisi 2 Adnan Hasan Galung saat pantau stok elpiji 3 Kg (hfa)
Ketua Komisi 2 Adnan Hasan Galung saat pantau stok elpiji 3 Kg (hfa)
Ketua Komisi 2 Adnan Hasan Galung saat pantau stok elpiji 3 Kg (hfa)

MBNews, Tarakan – Pasca lebaran Pasokan gas elpiji yang sebelumnya langka kini melimpah di Kota Tarakan. Hal tersebut terungkap saat Komisi 2 DPRD Tarakan melakukan kunjungan lapangan ke 3 agen Gas Elpiji 3 Kilogram yakni PT Tarakan Mitra Andalan PT Warga Migas Nusantara dan PT Karina Utama, Selasa (4/8/2015)

Menurut Ketua Komisi 2 DPRD Tarakan Adnan Hasan Galung, Walaupun saat ini stok melimpah namun perlu diantisipasi agar kelangkaan tidak terulang terutama Pasca lebaran banyak UMKM yang membutuhkan banyak gas elpiji 3 kg.

“Selain itu stok gas elpiji di Tarakan yang melimpah karena lancarnya transportasi kapal pengangkut gas elpiji dari Balikpapan menuju Tarakan, karena kapal pengangkut gas yang sempat tenggelam membuat terjadinya kelangkaan yang terjadi beberapa waktu lalu,” Ujar Adnan

Adnan menambahkan keterangan dari agen factor lainnya yang mempengaruhi yakni stok gas elpiji 12 kilogram yang terpenuhi dengan baik, sehingga banyak warga yang sudah mengunakannya. Diharapkan dengan kunjungan dari anggota DPRD tersebut agen dapat termotivasi mencegah terulangnya kelangkaan.

Sementara itu Kepala Kantor PT Warga Migas Nusantara Mardiman mengatakan, hingga saat ini pasokan masih lancar yakni 1120 tabung gas elpiji 3 kg setiap harinya.

Kepada merahbirunews.com, Mardiman ungkapkan pasokan gas masih dalam kategori aman karena masih banyak UMKM yang belum beroperasi sehingga perlu adanya antisipasi terhadap hal itu.

“Untuk selanjutnya akan dipantau beberapa hari kedepan untuk kondisi stoknya, terutama apabila beberapa UMKM yang sudah mulai beroperasi,” Jelas Mardiman

Salah satu antisipasi yang perlu dilakukan dari agen agar kondisi elpiji 3 kg stabil, yakni memantau keberadaan dan pasokan elpiji 12 kilogram yang banyak dipakai oleh kalangan rumah tangga dan warga mampu (hfa)