Warga Tarakan Minim Pergi Ke TPS

0
553
Warga Tarakan Minim Pergi Ke TPS
Warga Tarakan Minim Pergi Ke TPS
Warga Tarakan Minim Pergi Ke TPS
Warga Tarakan Minim Pergi Ke TPS (RUN)

MBNews, Tarakan – Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden (Pilres) yang dilaksanakan pada hari ini (9/07/2014) di kota Tarakan, terlihat sepi dan minim antusias dari warga. Hal itu bisa terlihat dari sepinya Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari antrian masyarakat yang menggunakan hak pilih.

Melihat hal tersebut Walikota Tarakan Ir.Sopyan raga optimis tingkat partisipasi pemilih pada pilpres tahun ini cukup tinggi, walaupun terlihat di beberapa TPS sepi pemilih.

“Tadi pagikan hujan, ditambah ada yang nonton piala dunia malam tadi, saya yakin warga menggunakan hak pilihnya sebelum TPS ditutup.” Kata Sopyan raga usai mencoblos di TPS 26 Karang Anyar Pantai, Rabu (9/07/2014)

keyakinan Sopyan raga, terhadap tingginya warga Tarakan yang menggunakan hak pilihnya cukup beralasan, pasalnya jauh hari sebelum pelaksanaan Pilpres Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tarakan gencar melakukan sosialisasi Pilpres.

“KPUD dan Pemerintah sudah gencar melakukan sosialisasi, pastinya efek yang ditimbulkan adalah kesadaran warga untuk menggunakan hak pilihnya” ujarnya.

Disisi lain dari berbagai sumber warga yang telah menggunakan hak pilihnya mengakui, sepinya warga pergi ke TPS dikarenakan saat pemilu berlangsung, sebagian warga Tarakan yang berprofesi sebagai petambak, lebih memilih masuk ketambak untuk mengurus tambaknya. Hal ini dikarenakan kondisi air laut sedang pasang.

Namun persoalan air pasang yang berdampak kepada sebagian petambak lebih memilih untuk mengurus tambak, dibantah oleh anggota panitia pengawas pemilihan kecamatan (Panwascam) Tarakan Timur Mumaddadah,S.H,M.H., menurutnya petambak belum ada yang masuk tambak sebab masih hanya sebatas air guris pertama.

” guris itu artinya air jadi, nah ini baru guris pertama, petambak baru masuk ketambak kalau sudah guris ke 3 dan ke 4, jadi belum ada petambak yang masuk.” Jelas Mumaddadah.

Mumaddadah yang juga merupalan anggota Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Universitas Borneo Tatakan ini mengakui, dari pantauannya dibeberapa TPS , sekitar 80 % masyarakat Tarakan telah menggunakan hak pilihnya, dan kebanyakan warga pergi ke TPS sekitar jam 10.00. (RUN)