Waspada 3 Nama Organisasi Yang Dilarang, Tumbuh Berkembang di Tarakan

0
1223
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Tarakan mengakui, sebagai kota transit diwilayah perbatasan antara Kalimantan Utara (Kaltara) dan Tawau Malaysia, sangat rawan sebagai daerah persinggahan serta berkembangnya kelompok ataupun organisasi terlarang yang berujung kepada keamanan masyarakat.

Kepala Kesbangpolinmas Tarakan Agus Sutanto, S.Sos.,M.AP mengatakan, sebagai daerah terbuka tentunya faktor faktor yang terjadi diluar bisa masuk ke Tarakan, sehingga kewaspadaan sedini mungkin terus ditingkatkan.

“Kita tetap waspada, masyarakat juga diminta ikut waspada dan berperan jika ada hal yang mencurigakan segera melaporkannya kepada aparat keamanan,selama ini untuk mengantisipasi masuknya hal negatif, kita rutin melaksanakan rapat komunitas intelijen daerah (Kominda).” Ungkap Agus Sutanto, kepada merahbirunews.com, Selasa (10/03/2015).

Adapun gerakan terlarang yang sudah terdeteksi masuk ke Tarakan yakni, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebuah gerakan jihadis yang saat ini meresakan dunia. Dari deteksi dini yang dilakukan, disinyalir ada beberapa anggota ISIS menetap di Tarakan.

Selain ISIS, ada organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang disinyalir masih memiliki benang merah dengan Ahmad Musadeq mantan pimpinan aliran Al-qiyadah Al Islamiyah yang populer pada 2006 lalu karena mengaku diri sebagai rasul, yang bermetamorfosis menjadi kelompok Milah Abraham.

Ditambah kelompok saksi Yehuwa, yang keberadaannya beberapa waktu lalu meresahkan sebagian masyarakat, karena menyebarkan buku maupun famplet yang bersikan sebuah ajaran keyakinan, dimana kelompok saksi yehuwa tidak mendapat pengakuan dari tokoh umat beragama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan.

“Yang terdeteksi masuk ke Tarakan yakni, ISIS, Gafatar serta Saksi Yehuwa.” Bebernya.

Mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja ini menegaskan, adapun untuk pengikut ISIS, Gafatar, maupun Saksi Yehuwa tidak terlalu banyak jumlahnya. Untuk ISIS diperediksi ada sekitar 10 orang yang bermukim di Tarakan, sedang Ormas Gafatar sendiri memiliki anggota kurang lebih 40 orang, dan Saksi Yehuwa di Tarakan memiliki pengikut sekitar 70 orang.

Selain menjadi daerah persinggahan bagi gerakan atau organisasi terlarang, ternyata Tarakan juga menjadi surga bagi peredaran narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba). Sehingga peran masyarakat sekali lagi sangat diperlukan, guna memantau gerakan yang dilarang hingga kepada persoalan pencegahan banjirnya Narkoba di Tarakan.

“Upaya memperkuat barisan terus dilakukan melalui sosialisasi dikelurahan, kecamatan, selain itu ada organisasi forum kewaspadaan dimasyarakat, yang isisnya dari tokoh agama dan masyarakat.” Tuntas Agus Sutanto. (run)