Zainuddin : Biasanya Ketua MUI Diganti Kalau Meninggal

0
320
Musda III MUI Tarakan yang dibuka Walikota Tarakan Sofian Raga (run)
Musda III MUI Tarakan yang dibuka Walikota Tarakan Sofian Raga (run)

MBNews, Tarakan – Ada yang menarik saat pelaksaan Musyawarah Daerah (Musda) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan yang digelar di Gedung Serba Guna Pemkot Tarakan, Sabtu (27/12/2014) Mantan Ketua MUI Tarakan K.H.Zainuddin Dalilla berkelakar dihadapan Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga, M.Si dan tamu undangan, bahwa kebanyakan ketua MUI turun dari jabatannya apa bila telah meninggal dunia, sontak gurauan yang dilontarkan Zainuddin Dalilla membuat tamu undangan tertawa.

“Ada tradisi yang dipegang para ulama, mungkin ini sejarah baru, biasanya ketua MUI baru bisa diganti apabila ketuanya meninggal dunia.” Ujar Zainuddin sambil tertawa.

Lanjut Zainuddin, dalam hal pemilihan ketua MUI tradisi yang dipegang adalah tetap menghormati ulama senior atau yang lebih tua untuk mengemban amanah memimpin organisasi seperti MUI.

“Alhamdulillah, pada saat saya meninggalkan kursi kepemimpinan MUI Tarakan saya masih bernafas, namun letak persoalan bukan masih hidup atau tidaknya, saya tidak lagi menjabat Ketua MUI Tarakan, karena saya juga diberi amanah memimpin MUI Kaltara.” Jelas Mantan Ketua MUI 2 Priode ini.

Zainuddin Dalilla yang dipercaya memimpin MUI Tarakan sejak tahun 2004-2014 menegaskan, menjadi orang yang dipercaya memimpin MUI sangat berat, sebab jabatan tersebut amanah dan harus dipertanggung jawabkan, selain itu persoalan umat dan syiar islam menjadi tanggung jawab pemimpin MUI.

Sementara itu, hasil Musda III MUI Tarakan dihasilkan keputusan setelah melalui musyawarah mufakat para ulama, ustad dan ustazah sekota Tarakan, H.Anas terpilih menjadi Ketua MUI kota Tarakan Priode 2014-2019, sedangkan untuk Wakil Ketua I dijabat oleh Syamsi Sarman,S.Pd., dan untuk Wakil Ketua II dipegang oleh Abdul Samad,Lc. (run)