10 Satuan Prajurit Keraton Yogyakarta, Keistimewaan Pasukan Bregada

0
224

merahbirunews.com – JakartaDaerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan tempat dalam mana seni adat dan juga tradisi terus-menerus melibatkan diperkenalkan prajurit atau prajurit Keraton Yogyakarta.

Perang Pangeran Mangkubumi melawan VOC pada 1746-1755 menjadi cikal akan datang terbentuknya prajurit Keraton Yogyakarta. Perang ini berujung pada penobatan Pangeran Mangkubumi sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 1755, yang mana kemudian memerintah hingga 1792.

Kesatuan pasukan keraton yang digunakan terlibat pada peperangan yang disebutkan menjadi cikal akan prajurit Keraton Yogyakarta yang mana pada saat ini dikenal sebagai bregada. Setiap Bregada Keraton Yogyakarta, dengan tugas khusus serta filosofi uniknya, membentuk satu kesatuan prajurit yang kokoh dan juga kuat.

Dengan watak kesatria yang dimaksud diwariskan melalui kredo Nyawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, mereka itu bukanlah hanya sekali penjaga keraton tetapi juga pewaris nilai-nilai luhur dan juga keberanian pada menjaga keutuhan nusa, bangsa, kemudian negara.

Dilansir dari kratonjogja.id, Keraton Yogyakarta miliki 10 kesatuan bregada, di area mana delapan pada antaranya berada di tempat bawah naungan keraton langsung, sementara dua kesatuan sisanya memiliki tugas khusus.

  1. Bregada Bugis

Bregada Bugis, awalnya berasal dari Sulawesi, menjadi penjaga setia putra mahkota di dalam Ndalem Mangkubumen. Prajurit Bugis ini memiliki tugas mulia, salah satunya adalah mengawal putra mahkota lalu meyakinkan jalannya pemerintahan berlangsung lancar. Dengan senjata tradisional mereka, seperti tombak Kyai Pleret, Bregada Bugis membuktikan kesetiaan dia di setiap tugas yang dimaksud diemban.

  1. Bregada Surakarsa

Bregada Surakarsa, yang tersebut berasal dari kata ‘sura’ yang berarti berani juga ‘karsa’ yang tersebut berarti kehendak, mempunyai filosofi menjadi prajurit yang digunakan pemberani serta terus-menerus menjaga keselamatan Adipati Anom (Putra Mahkota). Dalam upacara Gerebeg, dia bertugas mengawal gunungan yang dibawa ke Masjid Gedhe, menunjukkan semangat kemudian dedikasi tinggi di setiap tugasnya.

  1. Bregada Wirabraja

Bregada Wirabraja, yang berarti prajurit yang digunakan berani lalu tajam panca inderanya, menampilkan keberanian pada membela kebenaran serta ketangguhan pada menghadapi musuh. Dengan klebet Gula-klapa, merekan menunjukkan kesetiaan dia yang tinggi terhadap kebenaran. Senjata mereka, seperti tombak Kanjeng Kiai Slamet dan juga senapan, menjadi simbol keberanian kemudian ketangguhan mereka.

  1. Bregada Dhaeng

Bregada Dhaeng, yang dimaksud berasal dari peringkat bangsawan di area Makasar, awalnya terdiri dari prajurit yang digunakan berasal dari sana. Namun, meskipun jika usulnya berubah, semangat keberanian kemudian ketidakpadaan merek tak kunjung padam. Dengan klebet Bahningsari dan juga senjata tradisional mereka, seperti tombak Kanjeng Kiai Jatimulya, Bregada Dhaeng menjadi pasukan yang tersebut tak pernah menyerah.

  1. Bregada Patangpuluh

Meskipun dengan syarat usul nama Bregada Patangpuluh masih kabur, namun pasukan ini tidak ada diragukan lagi memiliki kekuatan luar biasa. Dengan klebet Cakragora kemudian senjata seperti tombak Kanjeng Kiai Trisula, merekan menunjukkan keahlian serta keandalan pada pertempuran, menjadikan mereka itu pasukan yang tersebut sulit dikalahkan.

  1. Bregada Jagakarya

Bregada Jagakarya memiliki filosofi di namanya, yang digunakan berarti prajurit yang tersebut memiliki tugas untuk menjaga kemudian mengamankan pelaksanaan pemerintahan pada kerajaan. Dengan klebet Papasan serta senjata tradisional mereka, seperti tombak Kanjeng Kiai Trisula, dia menjadi penjaga yang digunakan andal pada menjalankan tugas-tugas penting.

  1. Bregada Prawiratama

Bregada Prawiratama, dengan nama yang dimaksud berasal dari kata ‘prawira’ yang dimaksud berarti berani serta ‘tama’ yang tersebut berarti utama atau bijak, menjadi pasukan yang tiada cuma pemberani tetapi juga bijak di setiap tindakannya. Dengan klebet Geniroga/Banteng Ketaton serta senjata tradisional mereka, merek menjadi pasukan yang diharapkan dapat terus-menerus mengalahkan musuh dengan mudah.

  1. Bregada Nyutra

Bregada Nyutra, yang digunakan miliki makna prajurit yang tersebut sehalus sutra serta terus-menerus mendampingi dan juga menjaga keamanan Sultan, menunjukkan ketajaman rasa kemudian keterampilan yang digunakan unggul. Dengan klebet Podhang Ngingsep Sari juga Padma-Sri-Kresna, dia menjadi pengawal pribadi Sultan yang tersebut setia dan juga andal.

  1. Bregada Ketanggung

Bregada Ketanggung, yang tersebut miliki nama berasal dari kata ‘tanggung’ yang tersebut berarti beban atau berat, menjadi pasukan dengan tanggung jawab yang mana sangat berat. Dengan klebet Cakra-Swandana lalu senjata tradisional mereka, seperti tombak Kanjeng Kiai Nenggala, merekan menjadi pasukan yang dimaksud menyebabkan senjata dahsyat untuk memporakporandakan musuh.

  1. Bregada Mantrijero

Bregada Mantrijero, yang digunakan memiliki makna juru bicara yang memberikan cahaya di kegelapan, menjadi pasukan yang tersebut miliki wewenang di memutuskan hal-hal pada lingkungan keraton. Dengan klebet Purnamasidhi lalu senjata tradisional mereka, seperti tombak Kanjeng Kiai Cakra, dia menjadi pasukan yang mana diharapkan selalu memberikan cahaya pada kegelapan.

M RAFI AZHARI  | PRIBADI WICAKSONO