Apasih Aplikasi I-Doser Itu Hingga Dianggap Membahayakan ?

0
252
Apa Itu I-Doser
Apa Itu I-Doser
Apa Itu I-Doser
Apa Itu I-Doser

merahbirunews.com, Apasih Aplikasi I-Doser Itu Hingga Dianggap Membahayakan ? Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan pemberitaan terkait aplikasi smartphone bernama I-Doser yang bisa berperan seperti Narkoba versi digital, yang mampu membuat halusinasi tersendiri bagi para pendengarnya. Mungkin terdengar misterius dan sangat berbahaya jika aplikasi I-Doser digunakan, sementara itu menurut beberapa sumber I-Doser merupakan nama aplikasi smartphone juga nama perusahaan yang bergerak dalam terapi gelombang otak (Binaural Beats). Jadi, nanti tiap musik yang diputar bisa memberikan efek relaksasi dengan teknik binaural beats tersebut.

Binaural Beats sendiri merupakan frekuensi yang diproduksi saat ada 2 nada dari frekuensi yang spesifik diputar melalui headphone, saat itu otak kita akan bingung dan membuat sebuah “nada imajinasi”-nya sendiri, yaitu sebuah halusinasi audio 3 dimensi yang terdengar hanya di dalam kepala pendengarnya.

Efek ini ditemukan pada tahun 1839 oleh Heinrich Wilhelm Dove, dan memperoleh kesadaran publik yang lebih besar dalam abad ke-20 berdasarkan klaim bahwa binaural beats dapat membantu mendorong relaksasi, meditasi, kreativitas dan lainnya dengan keadaan mental yang diinginkan.

Kesadaran publik ini didapat dengan penerbitan artikel Gerald Oster “Auditory Beats in the Brain” (Scientific American, 1973). Artikel Oster diidentifikasi dan tersebar ke pulau-pulau penelitian relevan karena menawarkan wawasan segar (dan temuan laboratorium baru) untuk penelitian pada binaural beats.

Secara khusus, Oster melihat binaural beats sebagai alat yang ampuh untuk penelitian kognitif dan neurologis, menangani pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana hewan mencari suara dalam tiga dimensi lingkungan mereka, dan juga kemampuan luar biasa dari hewan untuk memilih dan fokus pada suara tertentu dalam kebisingan.

Efek dari binaural beats pada kesadaran pertama kali diperiksa oleh fisikawan Thomas Warren Campbell dan insinyur listrik Dennis Mennerich, yang di bawah arahan Robert Monroe berusaha mereproduksi kesan subjektif dari 4 Hz osilasi bahwa mereka terkait dengan OOBE (Out of Body Experience) (untuk lebih detail ttg OOBE bisa di baca di Forum supranatural) . Di kekuatan temuan mereka, Monroe menciptakan industri teknologi pengembangan diri binaural beats dengan membentuk The Institute Monroe, kini sebuah organisasi amal penelitian dan organisasi pendidikan binaural.

Sebuah penelitian juga dilakukan pada tahun 2005 tentang binaural beat. Tiga peneliti dari Inggris, R. Padmanabhan, A. J. Hildreth dan D. Laws mempelajari apakah musik dan suara bisa menolong pasien-pasien yang mengalami rasa cemas berlebih, sebelum menjalankan operasi. Mereka kemudian menemukan bahwa binaural beat bisa menurunkan tingkat rasa cemas yang berlebihan yang terjadi sebelum pasien menjalankan operasi.

Berbahayakah Aplikasi I-Doser ?