Benarkah Menghirup Aroma Pasangan Bisa Meredakan Stres?

0
177

merahbirunews.com – Jakarta – Stres adalah hal tak terhindarkan di keberadaan sehari-hari. Karena itu, banyak orang yang mana mencari cara untuk mengatasi stres serta menemukan kedamaian di keberadaan mereka. Salah satu cara yang mana menarik lalu efektif adalah dengan menghirup aroma pasangan. 

Aroma adalah salah satu indera manusia yang digunakan paling kuat di mempengaruhi emosi. Aroma dapat memicu kenangan, emosi, bahkan reaksi fisik. Hal ini sebab hidung mempunyai reseptor saraf khusus yang tersebut terhubung secara langsung ke otak, teristimewa ke sistem limbik, yaitu bagian otak yang tersebut mengatur emosi. 

Dikutip dari Live Science, para peneliti dari University of British Columbia (UBC) menemukan bahwa mencium pakaian pasangan berkaitan dengan rendahnya kadar hormon stres kortisol di darah wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa penampilan fisiknya, dapat menjadi alat yang ampuh untuk membantu menghurangi stres.

Hofer kemudian timnya melakukan penelitian terhadap 96 pasangan heteroseksual. Para pria mengenakan kaus bersih selama 24 jam tanpa deodoran atau kosmetik beraroma, merokok, atau makanan yang mana mempengaruhi bau badan.

Dilansir dari Medical News Today, kaos pria ini kemudian dibekukan setelahnya 24 jam untuk memverifikasi aromanya tetap saja utuh. Para wanita kemudian diminta mencium secara acak, kemeja yang dimaksud belum pernah dipakai sebelumnya, kemeja pasangan, atau kemeja orang asing tanpa mengetahui selama kemeja tersebut.

Para wanita kemudian dites dengan wawancara kerja tiruan untuk meningkatkan stres mereka. Mereka juga diarahkan untuk memecahkan tentang matematika. Setelah itu, stres kemudian diukur melalui beberapa pertanyaan lalu sampel air liur untuk mengukur hormon kortisol mereka.

Hasil menunjukkan bahwa wanita yang mencium kemeja pasangannya mengalami tingkat stres lebih besar rendah sebelum kemudian setelahnya ujian. Wanita yang mana benar-benar mengidentifikasi kemeja pasangannya juga mempunyai kadar kortisol yang tersebut tambahan rendah, menunjukkan bahwa mengetahui aroma pasangan miliki efek menenangkan.

Sementara itu, wanita yang dimaksud mencium kemeja orang asing mengalami peningkatan kadar kortisol, yang dimaksud mungkin saja disebabkan oleh respons pertahanan diri terhadap orang asing. Hasil ini sebanding dengan wanita yang tersebut mencium kemeja baru yang dimaksud belum pernah digunakan sejenis sekali.

Dalam jurnal ini, peneliti yang tersebut bernama Frances Chen menyatakan bahwa hasil ini dapat berguna bagi pasangan yang mana harus berpisah untuk waktu yang dimaksud lama oleh sebab itu perjalanan kerja atau alasan lain. Hal ini dikarenakan mnghirup aroma pasangan dapat membantu meredakan stres pada situasi apapun.

Aroma Pasangan Dapat Mempererat Percintaan