Angka Bebas Jentik Nyamuk Jauh Dari Harapan Jadi Penyebab Tingginya DBD di Tarakan

0
849
Petugas yang akan melakukan fogging di salah satu wilayah yang ada di Tarakan (run)
Petugas yang akan melakukan fogging di salah satu wilayah yang ada di Tarakan (run)
Petugas yang akan melakukan fogging di salah satu wilayah yang ada di Tarakan (run)

MBNews, Tarakan – Angka bebas jentik nyamuk baik itu nyamuk biasa hingga nyamuk Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Tarakan masih sangat rendah, hal itu bisa terlihat dari setiap bulannya ada warga Tarakan yang terkena gigitan nyamuk Aedes Aegepty dan maupun nyamuk Aedes Albopictus.

Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan dr.Hj. Tri Astuti Sugiyatmi, Rabu (13/08/2014) mengatakan, jika dilakukan pemeriksaan 100 rumah maka hanya ada 40 rumah yang bebas dari jentik nyamuk, sedangkan 60 rumah lainnya masuk kategori belum bebas jentik nyamuk.

“Dari 100 rumah, Cuma ada 40 rumah yang bebas jentik nyamuk, sehingga selalu ada warga Tarakan yang terkena DBD tiap bulannya” Ungkap Tri Astuti

Bahkan dari bulan Januari hingga bulan Juli lalu jumlah penderita DBD di Tarakan mencapai 249 orang, dan 2 orang penderita diantaranya telah meninggal Dunia. Tentunya melihat hal ini menurut Tri Astuti, untuk membasmi perkembangan nyamuk DBD tidak cukup dengan fogging, harus dilakukan langkah lainnya yang bisa membuat berhentinya perkembangbiakan jentik nyamuk DBD disetiap lingkungan rumah.

“Sudah 2 orang penderita DBD pada tahun ini yang meninggal dunia, dan langkah objektif untuk membasmi nyamuk aedes aegepty atau aedes albopictus tidak cukup dengan fogging.” Tegasnya. (RUN/HFA)