BBM Turun, Cabe dan Bawang Juga Ikut-ikutan Turun

0
340
pedagang cabe dan bawang (www.pasarlelangbali.com)
pedagang cabe dan bawang (www.pasarlelangbali.com)
pedagang cabe dan bawang (www.pasarlelangbali.com)

MBNews, Tarakan – Pasca penurunan harga jual BBM baik jenis premium, solar, maupun gas Elpiji 12 kg ada dampak positif yang dirasakan masyarakat terutama adanya penurunan sejumlah bahan pokok kebutuhan rumah tangga salah satunya Cabe dan Bawang.

Seperti yang disampaikan Tari salah satu pedagang dipasar Tradisional Tenguyun Boom Panjang mengatakan, harga-harga yang mengalami penurunan tersebut antara lain harga cabe panjang yang awalnya Rp. 80.000/kg turun menjadi Rp. 45.000/kg, cabe keriting dari Rp. 80.000/kg turun menjadi Rp. 50.000/kg, cabe rawit dari Rp. 70.000/kg turun menjadi Rp. 50.000 rb/kg, bawang putih dari Rp. 20.000/kg turun menjadi Rp 16.000/kg , dan bawang merah Rp 32.000/kg turun menjadi Rp. 28.000/kg.

“Ini sudah turun sejak 3 hari belakangan, dan merupakan dampak turun harga Bensin, kemarin harganya meroket memang setelah BBM dinaikan,” Kata Tari

Diuangkapkan bahwa Pemerintah sudah melakukan yang terbaik, namun semua barang dagangan bisa naik lagi tergantung pada kapal yang menganggkut masuk ke Tarakan antara bawang, cabe, dan sayuran yang datangnya dari Sulawesi dan Surabaya.

“mudah-mudahan tidak naik lagi, soalnya banyak masyarakat kadang mengeluh,” Ujarnya

Disisi lagi seorang pembeli Yohana merasa senang adanya penurunan harga cabe dan bawang seiring mulai berpengaruh terhadap harga jual kebutuhan bahan pokok masyarakat. tetapi masyarakat menginginkan pemerintah terutama pemerintah kota Tarakan atau instansi terkait untuk terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok Utamanya Beras, minyak goreng, gula, susu dan kebutuhan bahan pokok lainnya.

“Soalnya biasanya BBM kalau sudah turun setelah dinaikan, barang-barang kebutuhan pokok juga tidak ikut turun.” Kata Yohana (hfa)