IMG_3807

Ada banyak varian abon yang ada di Indonesia, Ada Abon Ikan, Daging, Ayam, Udang. Tapi di Kota Tarakan bisa kamu temui Abon Bandeng dengan brand Bondeng Mayu. Ikan bandeng yang melimpah di Kota Tarakan membuat Mak Yuyun membuat Abon dari bandeng tersebut. Kenapa namanya Bondeng Abon, dalam bahasa bugis Bondeng berarti manis, pendek, gemuk dan lucu. Selain itu orang juga dapat menilai Bondeng adalah kata plesetan dari Bandeng.

“Kalau bondeng itu lucu, makanya dari bungkus saya juga kasih lucu dan dapat menarik pelanggan untuk mau membelu Abon Bondeng ini,” Kata Mak Yuyun

Lalu apa yang membuat Abon Bandeng ini berbeda, selain rasa yang khas abon ini ada bahan daun jeruk purut, sehingga ada aroma khas saat menikmatinya. Selain itu bagi orang yang tidak suka makan bandeng karena memiliki tulang yang banyak, abon ini bisa menjadi alternatif lauk dan bisa dimakan dengan ketan, nasi, bahkan umbi-umbian.

“Selain itu bagi traveler, abon bandeng ini sangat cocok karena kemasan yang praktis dan gampang disimpan. selain itu abon ini sangat tahan lama karena bisa disimpah hingga 3 bulan lamanya,” Ujar Mak Yuyun

Proses pembuatan Bondeng Abon ini juga tidak mudah, mengapa? karena harus dilakukan pemisahan antara tulang dan daging abon. Dalam prosesnya pembuatannya membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam dengan hasil 10 kilogram abon

IMG_3808

“Untuk menarik target pembeli saya sengaja memilih bungkus dan desain yang semenarik mungkin dan alhamdulillah saat saya mulai memasarkan, banyak respon positif dari pembeli.” Tambahnya

Mak Yuyun berharapkan kedepannya akan mencoba terus memasarkan abon bandeng ini, jika perlu dapat dijual di luar Tarakan bahkan bisa sampai keluar negeri agar potensi Tarakan dengan hasil olahan ikannya akan lebih dikenal masyarakat luar.