Namanya D-Box CC (Detector Box for CO and CO2), sebuah kotak kecil yang dapat mendeteksi kualitas udara di suatu ruangan. Walaupun terlihat seperti kotak biasa dengan panel digital, namun Kotak ini membawa 2 Siswa SMA Negeri 1 Tarakan yakni Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan menjuarai kompetisi National Young Inventors Award atau kompetisi penemu muda yang dilaksanakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lipi)

Terciptanya D-Box CC ini berdasarkan pengalaman di Kota Tarakan yang pernah menjadi korban kabut asap akibat pembakaran lahan di sejumlah wilayah, sehingga membuat kualitas udara menjadi tercemar.

IMG_3513
Febriawan Tan dan Aan Aria Nanda bersama alat yang diciptakan mereka D-Box CC

“Kita kan pernah itu kena kabut asap, nah atas keprihatinan kami terciptalah alat pendeteksi udara ini, yang memang hanya terfokus pada unsur Karbon (CO dan Co2) karena senyawa tersebut adalah salah satu yang tidak baik bagi tubuh jika dihirup,” Kata Aan

IMG_3514
D-Box CC

Dengan proses penelitian hingga 2 sampai 3 bulan, kedua siswa yang tergabung dalam ekstrakulikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Tarakan ini berhasil ciptakan alat ini, tidak hanya sekedar benda yang berupa kotak dengan panel digital namun juga perangkat lunak di komputer untuk memantau naik turunnya kualitas udara.

“Penciptaan alat ini tidak tergolong sulit karena komponennya ternyata ada tersedia di Tarakan namun ada sebagian harus kami pesan dari luar, setelah alat ini jadi dan kami coba ternyata berhasil dalam melakukan deteksi udara, bahkan kami juga sudah uji coba kelayakannya di laboratorium di Kota Samarinda dan hasilnya dinilai mampu untuk melakukan deteksi pencemaran udara dengan akurasi yang tinggi” Ucap Feriawan

IMG_3515
Perangkat lunak yang terhubung dengan D-Box CC

Kemudian selama mengikuti kompetisi di Jakarta, kedua siswa yang saat menunggu kenaikan kelas ke tingkat XII ini merasa mendapatkan pengalaman baru karena banyak pesaing yang menciptakan alat-alat yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena berhasil menjadi juara pertama kedua siswa ini akan berangkat ke Cina untuk mengikuti perlombaan tingkat Internasional

20160611105421
Aan dan Febriawan saat berkompetisi di Gedung Lipi Jakarta

“Kami sangat bangga bisa mewakili Indonesia ke perlombaan tingkat Internasional bahkan bisa membawa nama baik Kota Tarakan dan Kaltara. Ini membuktikan Kaltara memiliki siswa yang berprestasi di ajang Internasional,” Ucap keduanya

Banyak persiapan khusus yang akan dilakukan oleh 2 Remaja kelahiran 1999 ini sebelum berangkat ke Cina, diantaranya terus mengasah kemampuan alat yang telah mereka ciptakan termasuk terus belajar dan belajar

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk alat ini lebih baik lagi, apalagi alat ini diperkirakan akan berguna untuk masyarakat agar kita dapat mengukur sejauh mana kualitas udara yang dihirup pada suatu wilayah atau ruangan, selain itu kami juga berterima kasih kepada guru pembimbing kami Bapak Ade Kuswara dan Kepala Sekolah Ibu Arinda Susanti yang sudah mendukung kami dengan maksimal ” Pungkas Aan