Citra Tarakan Sebagai Kota Bebas Peminta Sumbangan Mulai Luntur

0
313
Ilustrasi (Google.com)
Ilustrasi (Google.com)
Ilustrasi (Google.com)

MBNews, Tarakan – Tarakan dikenal sejak dari dulu sebagai kota yang bersih dari peminta sumbangan dari daerah lain, namun dalam beberapa tahun terakhir citra tersebut mulai luntur dengan banyaknya sekelompok peminta sumbangan mengatas namakan yayasan panti asuhan atau apapun namanya dari luar daerah, yang bergerilya menyerbu masuk Tarakan.

Melihat hal tersebut Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Tarakan memastikan fenomena sekelompok orang yang meminta sumbangan dengan mengatas namakan yayasan ditambah berjualan beberapa buku agama dan doa secara islam, masuk kategori ilegal yang tidak memiliki izin dari Dinsosnaker untuk melakukan aktifitasnya di Tarakan.

“Apapun namanya baik itu yayasan dan lainnya tidak dibenarkan dari daerah lain meminta sumbangan ke Tarakan, apalagi modus yang dilakukan dengan jalan dari rumah kerumah.” Ungkap Kadinsosnaker Tarakan Drs.Zaini.M, kepada merahbirunews.com, Jumat (13/02/2015).

Zaini menjelaskan, kalaupun sekelompok orang yang mengatasnakan yayasan meminta izin untuk dapat mencari sumbangan di kota Tarakan, dapat dipastikan Dinsosnaker tidak akan mengeluarkan atau menerbitkan izin tersebut, menggingat yayasan yang bersangkutan berasal dari daerah lain, namun hal yang paling urgen adalah dikhawatirkan penyalahgunaan izin untuk kepentingan pribadi.

“Kita tidak memperboleh dari wilayah manapun untuk meminta sumbangan, sehingga sangat dibenarkan jika ada laporan masyarakat dan Satpol PP segera menindak peminta sumbangan yang tidak memiliki izin dari pemerintah kota Tarakan dalam hal ini Dinsosnaker.” Jelasnya.

Ketika ditanya bagaimana dengan Yayasan yang berasal dari kota Tarakan sendiri, dibenarkan untuk melakukan hal serupa dengan meminta sumbangan melalui pintu kepintu ? Zaini mengakui, kebanyakan yayasan yang berada didalam kota (Tarakan,red) memiliki rasa malu untuk meminta sumbangan dengan jalan mendatangi rumah kerumah.

“Ada 12 Yayasan panti asuhan dan sejenisnya yang resmi di Tarakan, Yayasan yang ada lebih condong ketika meminta bantuan lewat proposan yang ditujukan kepada pemerintah kota, bahkan lewat proposalpun jarang mau dilakukan, karena panti lokal jauh lebih memiliki rasa malu dalam meminta bantuan .” Beber Zaini.

Oleh karenanya menurut Zaini sudah saatnya kembali menjaga citra Tarakan sebagai kota yang bebas dari aksi meminta sumbangan mengatas namakan yayasan panti asuhan atau meminta sumbangan dalam bentuk penjualan buku dan doa agama islam.

“Harus kita jaga citra Tarakan sebagai kota yang bersih dari peminta sumbangan dan sejenisnya.” Tuntas Zaini. (run)