Daging Alana Mau Dirazia ? Lebih “Pintar” Penjual Dari Petugas

0
453
Jika Ramadan Tahun Lalu Instasi Terkait Berhasil Membongkar Perdagangan Daging ilegal Merk Alana, Pada Ramadan Tahun ini, Petugas Ragu Melakukan Razia Daging Yang Disinyalir Mengandung Penyakit Mulut dan Kuku (nur)
Jika Ramadan Tahun Lalu Instasi Terkait Berhasil Membongkar Perdagangan Daging ilegal Merk Alana, Pada Ramadan Tahun ini, Petugas Ragu Melakukan Razia Daging Yang Disinyalir Mengandung Penyakit Mulut dan Kuku (nur)
Jika Ramadan Tahun Lalu Instasi Terkait Berhasil Membongkar Perdagangan Daging ilegal Merk Alana, Pada Ramadan Tahun ini, Petugas Ragu Melakukan Razia Daging Yang Disinyalir Mengandung Penyakit Mulut dan Kuku (nur)

MBNews, Tarakan – Walaupun sudah jelas daging sapi/kerbau ilegal merek alana asal India, selama ramadan sudah banyak diperjual belikan dipasar tradisional. Namun hal itu belum membuka mata Instasi terkait seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM), Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan (Disnaktan), Satpol PP hingga Kepolisian untuk melakukan razia.

Saat dikonfirmasi terkait penjualan daging alana yang masuk ke Tarakan melalui Tawau Malaysia tersebut, Kepala Disperindakop dan UMKM Tarakan Tajuddin Tuwo mengatakan, bahwa Disperindakop selalu menurunkan anggota untuk memantau langsung daging yang disinyalir mengandung penyakit mulut dan kuku tersebut, namun tidak ada didapatkan daging alana dijual secara terang-terangan dipasar tradisional.

“Anggota selalu memantau kelapangan, namun tidak ada didapatkan dijual secara terang-terangan,” ucap Tajuddin, Jumat (26/6/2015).

Dijelaskannya, untuk penjualan daging alana tentunya pedagang melakukan dengan mekanisme modus terselubung yang bertujuan untuk mengaburkan pandangan petugas. Modus yang dilakukan kemungkinan besar daging tersebut disimpan dirumah, selanjutnya menjual dengan sistem sembunyi-sembunyi.

“Kita tau modus mereka menjual daging tersebut secara sembunyi-sembunyi, Kalau disimpan dirumah dan tidak dijual di pasar bagaimana mau menangkapnya, artinya lebih pintar penjualnya dari pada petugasnya,” ujarnya.

Tajuddin berharap masyarakat tidak membeli daging alana walaupun harganya lebih murah dari harga daging sapi lokal, mengingat bahaya penyakit yang dibawa daging dari India tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. (nur)