Daya Beli Masyarakat Turun, Pusat Perbelanjaan Menangis

0
438
Daya Beli Masyarakat Menurun Jelang Idul Fitri, Membuat Beberapa Pusat Perbelanjaan Mengeluarkan Jurus Saktinya Untuk Menarik Perhatian masyarakat Agar Mau Berbelanja (ctr)
Daya Beli Masyarakat Menurun Jelang Idul Fitri, Membuat Beberapa Pusat Perbelanjaan Mengeluarkan Jurus Saktinya Untuk Menarik Perhatian masyarakat Agar Mau Berbelanja (ctr)
Daya Beli Masyarakat Menurun Jelang Idul Fitri, Membuat Beberapa Pusat Perbelanjaan Mengeluarkan Jurus Saktinya Untuk Menarik Perhatian masyarakat Agar Mau Berbelanja (ctr)

MBNews, Tarakan – Tidak seperti Ramadan tahun lalu, pada ramadan tahun ini, daya beli masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Idul Fitri 1436 Hijriyah / 2015 Masehi mengalami penurunan yang cukup drastis, hal itu bisa terlihat masih sepinya pusat perbelanjaan di kota Tarakan dari antrian masyarakat yang berbelanja. Bahkan mininya antusias masyarakat untuk berbelanja, dikeluhkan oleh pusat perbelanjaan Ramayana serta Toko Sinar Terang Baru (STB).

Strorage Manajer Ramayana Komplek Pertokoan Gusher Tarakan, M. Rolan Simanjuntak mengatakan, untuk menarik perhatian warga agar mau berbelanja di Ramayana, pihaknya memberikan discoun beberapa barang. Discount yang diberikan mulai dari 20 persen hingga 70 persen. Bahkan tidak segan-segan pihak managemen memberikan undian yang hadiahnya cukup membuat pengunjung ingin mendapatkannya.

“Untuk produk pakaian seperti yang di discount diantaranya celana Jeans, Pakaian anak-anak, kemeja, dan baju kaos, sedangkan untuk makanan dan minuman kami hanya memberikan discount 10 % dan harga special saja, dengan harapan mampu meningkatkan masyarakat untuk berbelanja,” jelas Rolan, Minggu (12/7/2015).

Rolan membeberkan, jika ramadan tahun lalu, seminggu jelang lebaran pengunjung yang berbelanja meningkat secara drastis, namun dirinya optimis, pada ramadan kali ini, peningkatan masyarakat yang berbelanja terjadi 3 hari sebelum Idul Fitri.

“Dari luar Tarakan khususnya di beberapa daerah di Kaltara seperti dari malinau, Nunukan, Tanjung selor dan lain-lain pada hari ini baru berdatangan, mendekati Idul Fitri, saya yakin banyak masyarakat yang berbelanja,” ungkapnya.

Sementara itu, Store Manager STB, Iwan mengungkapkan, jika dibandingkan saat ramadan tahun lalu, 2 minggu sebelum Idul Fitri masyarakat sudah banyak memborong kebutuhan untuk lebaran, namun hal berbeda terlihat pada ramadan tahun ini, siang hari karyawan toko STB masih bisa terlihat santai karena tingkat pengunjung yang berbelanja tidak banyak, toko baru mulai ramai di malam hari.

“Bisa dilihat sendiri, Kaya kuburan kan sepi. Pengunjung berbelanja mulai pukul 19.30 sampai pukul 21.00, tahun lalu 2 minggu jelang lebaran STB ramai dipadati pembeli,” ungkap Iwan.

Iwan meyakini, menurunya daya beli masyarakat tersebut dikarenakan tahun ajaran baru, dimana masyarakat banyak pengeluaran untuk membiayai anaknya sekolah.

“Mungkin akibat back to school, sehingga daya beli masyarakat jelang Idul Fitri sedikt menurun,”jelasnya.

Namun hal berbeda diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) Tarakan, Tajuddin Tuwo. Menurutnya, turunnya daya beli masyarakat mendekaati momentum Idul Fitri, dikarenakan imbas dari lesunya ekonomi Indonesia secara Nasional, ditambah dengan turunya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tarakan yang tidak sesuai harapan.

“Imbas ekonomi Nasional, serta kecilnya APBD Tarakan mempengaruhi daya beli masyarakat, ditambah dengan back to school, pengeluaran warga menjadi bertambah,” ujar Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini. (nur)