Netralisir Kepentingan Politik, BAZNAS Tarakan Pantau Penyaluran Zakat

0
271
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan Penyaluran Zakat Fitrah, untuk suksesi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dengan memasukan gambar dan nama bakal calon Gubernur Kaltara, pada amplop yang nantinya diberikan untuk mustahiq (orang yang berhak menerima zakat,red), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan membentuk tim pengawasan pendistribusian zakat fitrah.

Ketua Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengatakan, Baznas merupakan lembaga indepedent, sehingga setiap aktifitas penyaluran zakat kepada mustahiq harus bersih dari unsur politis.

“Baznas selalu menjaga komitmen untuk netral dan tidak disusupi kepentingan politik. Mengingat dalam waktu dekat momentum Pilkada Kaltara akan digelar, dan hal itu rawan dengan penyalah gunaan oleh oknum tertentu untuk kepentingan Pilkada,” ucap Syamsi, Minggu (12/7/2015).

Lanjut Syamsi, belajar dari pengalaman pemilihan Walikota Tarakan beberapa tahun lalu, Baznas sempat kecolongan oleh oknum yang memasukan foto dan nama calon pada amplop zakat fitrah.

“Kita punya pengalaman buruk, pada saat Pemilihan Walikota beberapa tahun silam, Baznas tidak pernah memasukan nama dan foto calon, tetapi ada oknum yang memasukannya jadi seolah-olah Bazanas yang melakukannya, dengan ada tim pengawas yang sudah dibentuk kejadian tersebut tidak terulang,” tegasnya.

Adapun tim pengawas penzakat, bertugas memonitor pembagian zakat. Tim tesebut terdiri atas 10 orang, dan  langsung turun kelapangan. 1 orang tim pengawas, melakukan pemantauan penyaluran zakat oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) maupun Ketua RT, di 2 Kelurahan.

“Setiap 1 orang mewakili 2 Kelurahan, tugasnya memantau langsung distribusi zakat ke mustahiq,” ujar Pimpinan Daerah (Pimda) Muhammadiyah Kota Tarakan ini.

Syamsi memastikan, jika ada UPZ maupun Ketua RT, yang melakukan pelanggaran dengan memasukan foto dan nama calon dalam amplop zakat, maka Baznas tidak segan melaporkannya pada pihak Kepolisian.

“Kita tidak laporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara, sebab belum masuk tahapan pemilu, jadi dilaporkan ke Polisi saja untuk dibawa kemeja hijau, jika ada oknum yang nekat memasukan foto dan nama calon Gubernur dalam amplop zakat, dan ini akan merembet pada tim suksesnya,” Jelas Syamsi.

Untuk diketahui, pada Ramadan 1436 Hijriyah/2015 Masehi, Baznas Tarakan mendistribusikan santunan zakat kepada 11 ribu mustahiq, dengan besaran zakat perkepala menerima Rp. 200 ribu, adapun total dana zakat yang di distribusikan mencapai Rp.2,2 Milyar. (nur)