Defisit Anggaran Operasional Penyebab Tutupnya SLB Kasih Bahagia

0
358
SLB Kasih Bahagia TarakanTinggal Kenangan, Usai di Ambil Alih Pemkot Tarakan, Penerimaan Siswa Baru dilaksanakan oleh SLB Negeri Tarakan (nur)
SLB Kasih Bahagia TarakanTinggal Kenangan, Usai di Ambil Alih Pemkot Tarakan, Penerimaan Siswa Baru dilaksanakan oleh SLB Negeri Tarakan (nur)
SLB Kasih Bahagia TarakanTinggal Kenangan, Usai di Ambil Alih Pemkot Tarakan, Penerimaan Siswa Baru dilaksanakan oleh SLB Negeri Tarakan (nur)

MBNews, Tarakan – Persoalan kurangnya anggaran untuk biaya operasional yang harus di tanggung Sekolah Luar Biasa (SLB) Kasih Bahagia, Jalan Jendral Sudirman, membuat sekolah yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu ini,  harus diserahkan ke SLB Negeri Tarakan, Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kelurahan Juata Kerikil , Selasa (2/6/2015).

Kepala Sekolah SLB Kasih Bahagia Haslinda mengatakan, beratnya beban biaya operasional yang harus di tanggung oleh SLB kasih Bahagia, membuat pihak Yayasan Forum Anak Cacat Kota Tarakan harus merelakan SLB Swasta ini diserahkan pengelolaannya kepada SLB Negeri Tarakan.

“Yayasan mengalami defisit anggaran, ini faktor utamannya,” ucap Haslinda, Kamis (4/6/2015)

Haslinda membeberkan, Yayasan yang menaungi SLB Kasih Bahagia  minim anggaran khususnya untuk meng-gaji 10 guru pengajar. Lanjutnya, walaupun sudah mendapatkan dana bantuan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), hal tersebut tidak mampu menutupi gaji guru yang mengajar perbulannya sebesar Rp 300 – 400 ribu.

“Operasional gaji 10 guru pengajar tidak mampu di akomodir, gaji tersebut rata-rata Rp 300 – 400 ribu,” jelasnya.

Selain itu masalah lainnya yang harus dihadapi guru SLB Kasih Bahagia yakni kejelasan nasib mereka, pasalnya dengan bergabungannya SLB ini dengan SLB Negeri Tarakan, besar harapan para guru untuk bisa tetap mengajar.

“Mudahan ada kebijakan dari Pemerintah Kota dalam Hal ini Dinas Pendidikan Tarakan, untuk bisa memperhatikan nasib guru SLB Kasih Bahagia, pasca di serahkannya ke SLB Negeri Tarakan,” harap Hasilinda.

Menurut Haslinda, dengan diserahkannya SLB Kasih Bahagia dengan SLB Negeri Tarakan, dinilai tidak masalah, mengingat 101 pelajar berkebutuhan khusus yang belajar di SLB Kasih Bahagia selama masa transisi masih bisa belajar di gedung SLB Kasih Bahagia.

“Kami menyarankan seperti itu, karena kami sangat mengetahui para murid di kasih bahagia ini, mereka pasti tidak akan sanggup apabila harus pergi sekolah di juata kerikil, karena akan menguras tenaga mereka dalam perjalanan yang jauh, apa lagi mereka ini siswa berkemampuan khusus, yang fisiknya tidak sama dengan anak normal lainya,” tuntasnya (ctr/nur)