EJ, ODHA Yang Tidak Patah Semangat Lanjutkan Kehidupan

0
314

IMG_1074Merahbirunews.com, Tarakan – Sekilas EJ tidak jauh berbeda dengan wanita lain pada umumnya dan menjalani aktivitas seperti biasa. Padahal sejak tahun 2005, EJ adalah Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA. “Saya sudah menjadi Odha sejak 2005 dan tertular dari suami saya yang sudah meninggal dunia,” Ucap EJ kepada merahbirunews.com

Menjadi seorang ODHA, EJ yang merupakan warga asli Tarakan ini sudah banyak menerima cobaan dan pengalaman, terutama masalah stigma negatif yang dilakukan oleh orang lain. Orang lain tersebut bisa keluarga, teman hingga teman di lingkungan kerja, namun tidak semua orang memberikan kesan stigma negatif dan ada pula yang mendukung.

“Dalam kasus ODHA, keluarga memiliki peran yang penting untuk mendukung ODHA agar tetap menjalankan hidup, sehingga pengetahuan mereka tentang HIV/AIDS juga diharapkan tinggi, jangan sampai muncul perlakuan yang tidak baik apabila anggota keluarga mereka pengidap HIV,” Katanya

Tapi menurutnya stigma yang ada justru muncul dari si penderita itu sendiri. Dicontohkan, apabila seseorang yang sudah mengetahui dirinya terkena penyakit HIV/AIDS, sudah sangat sulit memiliki semangat untuk menjalankan hidup terutama dalam hal berkehidupan dengan sanak keluarga.

“Terkadang ODHA masih takut, apakah bisa menjalankan hidup normal seperti orang lain, apakah bisa mengurus anak dan keluarga lain, apakah bisa bekerja dengan baik. Hal itu biasanya terjadi kepada mereka yang baru mengetahui dirinya terkena HIV,” Lanjutnya

EJ menyarankan agar ODHA tersebut mempersiapkan dengan matang jika harus membuka statusnya kepada orang lain, karena saat membuka status, cobaan dalam hal stigma tersebut akan bermunculan, karena 1 anggota keluarga atau kerabat yang mendapatkan informasi, maka semua orang akan mengetahuinya.

“Ya itu semua tergantung dari kesiapan ODHA itu, dan diharapkan benar-benar siap dalam membuka diri, jangan sampai saat membuka dirinya malah tekanan dan stress akan menimpa,” Terangnya

Kini EJ sudah menjalankan kehidupan yang normal dan beraktivitas biasa seperti orang kebanyakan. Ketua Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Spirit Borneo ini telah bertransformasi menjadi sosok yang juga peduli terhadap sesama ODHA dan selalu bersemangat dalam jalani aktivitasnya.

“Di KDS Spirit Borneo saya mengajak bagi teman-teman sesama ODHA untuk lebih giat melakukan kegiatan positif dan menjalankan aktivitas seperti biasa terutama akan lebih berguna lagi di masyarakat,” Tambahnya

Selain itu EJ berharap, masyarakat dapat lebih terbuka lagi dengan ODHA dan jangan ada lagi stigma yang bersifat diskriminatif dan perlakukan yang tidak menyenangkan karena ODHA juga manusia biasanya yang memiliki hak dan drajat yang sama dengan manusia lainnya. (hfa)