Fantastis Anggaran Peningkatan Jalan di Tarakan

0
372
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Proyek peningkatan jalan yang siap dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, dipastikan tidak dikerjakan setengah hati. Pasalnya anggaran yang digunakan dalam proyek multiyers tersebut nilainya tidak sedikit. Bahkan untuk mensukseskan pengerjaan peningkatan jalan, mulai dari over lay (Pelapisan jalan) hingga pelebaran jalan, pemkot gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan Muhammad Haidir mengatakan, proyek peningkatan jalan yang saat ini tengah di sosialisasikan, sebagian menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota, dan beberapa jalan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

“Ada dua anggaran yang kita gunakan dalam peningkatan jalan, yakni dari APBD dan APBN,” jelas M.Haidir, Sabtu (27/6/2015)

Lanjut Haidir, adapun proyek peningkatan jalan yang pengerjaannya berupa pelebaran, anggaran yang digunakan dari APBD, kecuali Jalan Yos Sudarso dan Mulawarman. Kedua Jalan tersebut menggunakan suntikan dana dari APBN.

“Anggaran peningkatan jalan yang menggunakan APBD yakni Jalan Jendral Sudirman, Jalan Aki Balak, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Aki Babu menuju arah masuk Rumah Sakit tipe C Pemkot Tarakan, serta jalan lingkungan di beberapa perumahan warga,” ucapnya.

Untuk pelebaran Jalan Aki Balak, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp.100 Milyar, dan saat ini sudah di siapkan sebesar Rp. 70 Milyar. Adapun Jalan Jendral Sudirman Rp.50 Milyar, Untuk Jalan Kusuma Bangsa Rp.25 Milyar. Sedangkan Jalan Tanjakan naik Gunung Amal estimasi anggaran mencapai 60 Milyar, belum termasuk pembangunan jembatan  yang menghabiskan anggaran kisaran Rp.10 Milyar. Untuk Jalan Yos Sudarso dan Mulawarman dana APBN yang dikucurkan Rp.100 Milyar, dengan estimasi anggaran masing-masing jalan Rp.50 Milyar.

“Untuk Jalan Hake Babu yang menuju arah Rumah Sakit Tipe C, pembangunannya tidak multiyers tetapi bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki daerah, sedangkan untuk jalan lingkungan anggaran terkecil mencapai Rp.300 Juta,” beber Haidir.

Haidir memastikan, proyek pengerjaan jalan, baru dikerjakan apabila masalah sosial sudah terselesaikan, dan proses tersebut saat ini sudah masuk tahapan pengumpulan data yang dilakukan oleh tim.

“Kita selesaikan dulu masalah sosialnya, sebab acuan untuk pelebaran jalan adalah Garis Sepadan Bangunan (GSB), tentunya ada ganti rugi yang diberikan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Tarakan Sofian Raga menegaskan, setelah dilakukan sosialisasi terhadap pengerjaan jalan yang akan dilakukan Pemkot Tarakan, selanjutnya dilakukan pemberian tanda dilapangan, dengan maksud agar masyarakat mengetahui sampai dimana batas pelebaran jalan. Setelah itu lanjut Sofian, Masyarakat diminta mengumpulkan surat tanah, guna mengganti lahan yang terkena pelebaran jalan, dengan ketentuan sesuai peraturan yang berlaku.

“Tahapan ini terus kita lakukan, dan Pemkot berharap, peningkatan jalan ini di dukung Masyarakat,” ucap Sofian.

Dengan anggaran yang cukup besar, Sofian optimis seluruh jalan di Tarakan kedepannya sudah sesuai standar Nasional bahkan Internasional, dengan konsep asri meliputi adanya median jalan yang di tumbuhi tanaman peneduh, saluran air, serta trotoar yang layak digunakan bagi pejalan kaki. (nur)