Hanya 1 SMP di Tarakan laksanakan UN CBT

0
311
ilustrasi (tangselpos.co.id)
ilustrasi (tangselpos.co.id)
ilustrasi (tangselpos.co.id)

MBNews, Tarakan – Dinas Pendidikan Kota Tarakan sangat siap melaksanakan Ujian Nasional tingkat SMP yang dilaksanakan mulai Senin (4/5/2015). Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Tarakan Tajuddin Noor, persiapan UN SMP di Tarakan sudah matang yakni mencapai 95%.

“Secara umum Disdik sudah siap, baik yang melaksanakan ujian dengan sistem paper based test (pbt) ataupun yang mengunakan computer based test (cbt),” Kata Tajudin Noor kepada merahbirunews.com minggu (3/5/2015) di Tarakan

Untuk pendistribusian soal bagi yang melaksanakan ujian PBT, diharapkan tidak mengalami kendala dan tidak alami kebocoran. Karena soal yang didistribusikan dititipkan dulu di kantor polsek yang ada di masing-masing kecamatan lalu didistribusikan ke setiap sekolah pada hari pelaksanaan.

“Disdik yakin tidak ada kebocoran soal yang terjadi karena soal yang ada sudah dititipkan ke kantor polisi dan dijaga ketat petugas,” Lanjutnya

Kemudian untuk di Kota Tarakan hanya ada 1 sekolah yang SMP yang melaksanakan ujian dengan sistem CBT yakni SMP Negeri 1 Tarakan. Untuk meminimalisir kendala yang terjadi selama ujian salah satunya masalah listrik, Disdik telah melayangkan surat kepada PT PLN Tarakan untuk menyediakan mesin pembangkit cadangan.

“PLN kami harapkan menyediakan mesin cadangan dan sudah stand by di sekitar SMP Negeri 1 Tarakan, jika adanya kendala mati lampu mesin tersebut akan digunakan,” Tambah Tajudin Noor

Sementara itu menghadapi UN CBT di Kepala SMP Negeri Tarakan Endah Sarastiningsih mengatakan, sebagai satu-satunya sekolah SMP yang lakukan UN CBT untuk pertama kalinya pihak sekolah telah melakukan simulasi CBT kepada siswa sejak 1 bulan lalu.

“Bebagai persiapan sudah kami lakukan menghadapi UN CBT, salah satunya mengadakan simulasi kepada siswa yang mengikuti ujian,” Kata Endah

Adapun soal yang diberikan kepada siswa saat pelaksanaan simulasi hampir menyerupai kisi-kisi soal ujian nasional. Hal ini dilakukan agar siswa tidak kaget saat mengejakan soal ketika pelaksanaan ujian berlangsung.

“Simulasi sengaja dilakukan agar siswa siswi SMP 1 dapat lancar dalam mengerjakan soal ujian dan bisa memberikan jawaban tepat,” Harap Endah (hfa)