Kepsek SMP 1 takut koneksi internet mati saat UN CBT

0
373
Kepala Sekolah SMP 1 Tarakan Endah Sarastiningsih saat pantau UN melalui CCTV (hfa)
Kepala Sekolah SMP 1 Tarakan Endah Sarastiningsih saat pantau UN melalui CCTV (hfa)

MBNews, Tarakan – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP, Senin (4/5/2015) SMP Negeri 1 Tarakan mengunakan sistem Computer Based Test atau CBT. Dalam pelaksanaannya, kelancaran ujian tergantung dari kondisi jaringan internet dan aliran listrik. Oleh karena itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tarakan Endah Sarastiningsih sangat takut apabila koneksi internet mati dan tiba-tiba jaringan listrik padam.

“Secara umum pelaksanaan ujian nasional di SMP Negeri 1 Tarakan dengan CBT berjalan dengan lancar, tapi pihak sekolah khawatir jika terjadi gangguan koneksi internet atau aliran listrik padam,” Kata Endah kepada merahbirunews.com di sela-sela pelaksanaan UN CBT

Pelaksanaan UN CBT dilakukan dalam 3 sesi karena pihak sekolah hanya menyediakan 83 computer dan siswa yang mengikuti ujian sebanyak 249 peserta. Untuk hari pertama pelajaran Bahasa Indonesia baik sesi 1 dan 2 nihil peserta yang absen. Jika ada siswa yang terlambat bisa dapat masuk ke dalam ruangan, namun waktu yang diberikan mengalami kekurangan sesuai dengan waktu keterlambatan siswa tersebut.

“Jikapun ada yang tidak masuk pada pelaksanaan ujian nasional, siswa tersebut akan diikutkan ujian susulan, namun agak susah jika harus diikutkan CBT, tetapi kemungkinan diikutikan pada paper based test (PBT),” Ujarnya

Dari pelaksanaan UN CBT dan hasil simulasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, siswa merasakan beberapa kemudahan dalam teknis mengerjakan soal. Jika dilaksanakan PBT kesulitan yang dihadapi yakni dalam hal melingkari soal ujian, pada pelaksanaan CBT tidak mengalaminya karena hanya menekan tombol atas perintah yang ada di layar komputer.

“Kalau kita lihat pengalaman tahun lalu, siswa SMP 1 Tarakan kesulitan dalam hal melingkari lembar jawaban, ada juga lembar jawaban yang kotor karena coretan yang tidak sempurna dan terkena keringat siswa, namun di CBT kali ini pengerjaan soalnya jauh lebih mudah karena hanya menekan tombol,” Pungkasnya (hfa)