Jelang Lebaran Ketupat, Masyarakat Mulai Memborong Anyaman Ketupat dan Janur Kelapa Muda

0
453
Jelang lebaran ketupat masyarakat ramai membeli ketupat, Salah satu penjual yang sedang menganyam ketupat, (ctr)
Jelang lebaran ketupat masyarakat ramai membeli ketupat, Salah satu penjual yang sedang menganyam ketupat,  (ctr)
Jelang lebaran ketupat masyarakat ramai membeli ketupat, Salah satu penjual yang sedang menganyam ketupat (ctr)

MBNews, Tarakan – Mendekati lebaran ketupat yang biasanya diadakan 1 minggu setelah hari raya Idul Fitri, beberapa masyarakat ramai mencari penjual atau penganyam ketupat dari janur (daun kelapa muda,red) Sabtu (2/8/2014).

Seorang penjual yang ada di pasar Gusher Tarakan Haji Haminah(38) mengatakan, dirinya berjualan anyaman ketupat setelah lebaran kedua kemarin. Adapun anyaman ketupat yang dijualnya dihargai Rp 10.000 dan satu ikatnya ada sepuluh ketupat. Sedangkan kalau hanya membeli daun kelapa saja harga bervariasi antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000 karena tergantung panjang dan lebar daun.

“Untuk daun kelapa saya beli dengan orang di Mamburungan yang perbatangnya seharga Rp 20.000 kemudian saya jual kembali seharga Rp 35.000.” Ungkap Haminah.

Untuk keuntungan selama lebaran ketupat sekitar Rp 3.000.000 dan jika momen lebaran ketupat usai maka dirinya kembali menjual sayur.

“Selama lebaran orang banyak beli biasanya daun kelapanya saja jarang orang yang beli langsung jadi bentuk ketupat, kadang saya juga dapat orderan buat ketupat kalau ada acara-acara yang biasanya diorder sampai 100 ketupat.” Jelasnya. (CTR/HFA)