Pendonor Darah Terinfeksi HIV/AIDS Tahun 2014 Di Tarakan Meningkat 100 %, Dinas Kesehatan : Deteksi HIV/AIDS Akan Lebih Mudah

0
715
Staf PMI Tarakan saat menunjukan kantoong darah, tahun 2014 penderita HIV/AIDS yang dideteksi PMI Tarakan meningkat 100 % (run)
Staf PMI Tarakan saat menunjukan kantoong darah, tahun 2014 penderita HIV/AIDS yang dideteksi PMI Tarakan meningkat 100 % (run)
Staf PMI Tarakan saat menunjukan kantoong darah, tahun 2014 penderita HIV/AIDS yang dideteksi PMI Tarakan meningkat 100 % (run)

MBNews, Tarakan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan mengakui, tingkat pendonor darah yang mengidap penyakit berbahaya seperti Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) meningkat 100 % dibandingkan pada tahun 2013. Hal tersebut diungkapkan Rosdiana Kepala Laboratorium UPT PMI Tarakan, Sabtu (2/08/2014).

Jika pada tahun 2013 pendonor darah yang positif terinfeksi HIV/AIDS dalam setahun ditemukan hanya 3 orang, maka pada tahun 2014 sudah ditemukan 6 orang pendonor yang positif mengidap HIV/AIDS.

“Sampai dengan bulan ini, kita sudah mendapatkan 6 orang pendonor yang mengidap virus HIV/AIDS, padahal ini belum akhir tahun.” Jelas Rosdiana.

Selain penyakit HIV/AIDS yang ditemukan lewat pendonor, Penyakit Hepatitis B dan C serta penyakit sifilis juga berhasil diamankan pada saat screaning darah yang dilakukan oleh PMI Tarakan. Untuk penyakit Hepatitis B telah ditemukan 4 orang pendonor dalam setiap bulannya, sedangkan Hepatitis C ada 20 orang pendonor, sedangkan sifilis hanya 1 orang pendonor yang ditemukan setiap bulan.

“Dalam sebulan masyarakat yang berdonor darah kurang lebih 435 orang, dikali 7 bulan maka total keseluruhan pendonor hampir 3.045 pendonor, 4 Penyakit penyakit menular dan berbahaya ada ditemukan dalam setiap bulannya.” Terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang juga merupakan Sekretaris Kota (sekkot) Tarakan dr. Khairul,M.Kes menegaskan, makin banyak ditemukan penderita HIV/AIDS di Kota Tarakan, hal itu semakin bagus. Dengan banyaknya penderita yang sudah terdata, Pihak Dinkes beserta unsur terkait lainnya bisa melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit yang mematikan ini.

“Fenomena penderita HIV/AIDS di Tarakan, ibarat gunung es dan saat ini belum sampai pada puncaknya, sehingga jika PMI berhasil menemukan pendonor yang mengidap penyakit tersebut, hal itu cukup baik.” Kata Khairul

Khairul memastikan jumlah penderita HIV/AIDS di Tarakan yang sudah terdata khususnya pada tahun lalu kurang lebih 200 orang, namun jumlah tersebut masih sedikit dengan jumlah penderita HIV/AIDS yang belum terdata. (RUN/HFA)