Kelahiran Bayi Di Tarakan Mencapai 6.629 Jiwa

0
863
Ilustrasi (inibayiku.com)
Ilustrasi (inibayiku.com)
Ilustrasi (inibayiku.com)

MBNews, Tarakan – Pertumbuhan penduduk Kota Tarakan setiap tahunnya semakin meningkat, hal itu bisa dilihat dari tingginya angka kelahiran bayi dikota penghasil minyak ini. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, tercatat kelahiran bayi selama tahun 2014 mencapai 6.629 jiwa.

Kasi Kesehatan Keluarga  bidang Kesdapromkes Dinkes Tarakan dr.Devi Ika Indriati mengatakan, jika melihat angka kelahiran bayi tersebut, lonjakan pertambahan penduduk cukup signifikan sebab pada tahun 2013 kelahiran bayi di Tarakan hanya 5.617 jiwa.

“Jika pada tahun 2013 angka kelahiran bayi 5.617, maka tahun 2014 meningkat hingga 6.629 jiwa.” Jelas dr. Devi Ika Indriati Kepada MBNews, Senin (8/12/2014).

Tingginya bayi yang lahir di Tarakan bukan disebabkan warga  yang sudah menikah tidak mengikuti program keluarga berencana (KB), justru warga Tarakan yang sudah menikah banyak yang ikut program tersebut. Adapun penyebab tingginya lonjakan bayi yang lahir di Tarakan, karena Tarakan merupakan kota transit, yakni dalam artian banyak pendatang yang sudah berkeluarga menetap di Tarakan. Dan pada saat pindah kependudukan dalam keadaan hamil, sehingga proses persalinan sang buah hati dilakukan di rumah sakit setempat.

“Penyebabnya bisa jadi karena tarakan kota transit ada penduduk yang datang dari luar dan menetap di Tarakan, pada saat ia hamil dan melahirkan bayinya di Tarakan.” Ungkapnya.

Devi membeberkan,  dari jumlah kelahiran bayi selama tahun 2014 tercatat 5 kasus kematian ibu pada saat melahirkan.

“Kebanyakan wanita hamil yang bersalin rata-rata menggunakan jasa medis yakni di rumah sakit, puskesmas, maupun bidan, sehingga angka kematian ibu hamil pada saat melahirkan dapat ditekan, dan dari catatan jumlah ibu hamil yang meninggal pada saat melahirkan selama 2014 hanya 5 orang.” Ujarnya.

Sementara disamping tingginya angka kelahiran bayi di Tarakan, angka kematian di kota transit ini cukup tinggi, berdasarkan catatan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  (Disdukcapil) selama 2014 jumlah penduduk menurut kematian mencapai 836 orang. Dari angka tersebut  jumlah penduduk laki-laki lebih mendominasi angka kematian yakni 457 orang, sedangkan perempuan hanya 379 orang. (run)