KK dan KTP Aspal Beredar, Disdukcapil Kehilangan Blanko Asli

0
1119
Kartu Keluarga Asli Tapi Palsu (aspal) Yang di Dapatkan Saat Razia KTP Di Sungai Bengawan (run)
Kartu Keluarga Asli Tapi Palsu (aspal) Yang di Dapatkan Saat Razia KTP Di Sungai Bengawan (run)
Kartu Keluarga Asli Tapi Palsu (aspal) Yang di Dapatkan Saat Razia KTP Di Sungai Bengawan (run)

MBNews, Tarakan – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan sepertinya harus mulai selektif dalam mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK), pasalnya ditemukan KK Asli tapi palsu (Aspal) yang berada ditengah masyarakat, hal itu terkuak pada saat Disdukcapil, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Kelurahan Juata Permai melakukan razia KTP, sabtu (29/11/2014), di komplek prostitusi sungai bengawan Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara.
Ketika dikonfirmasi terkait adanya KK aspal yang ditemukan, Kepala Disdukcapil Tarakan H.M.Ilham Noor tidak menampik hal tersebut, bahkan membenarkannya. Ia menjelaskan Disdukcapil Tarakan kehilangan 112 Lembar blanko KTP konvensional serta 80 lembar blanko KK.

“ Bisa jadi KK Aspal tersebut, merupakan salah satu blanko KK yang hilang.” Ungkap Ilham Noor, Selasa (2/11/2014)

Ilham Noor membeberkan, blanko KTP dan KK yang hilang tersebut sebelum dirinya menjabat sebagai kepala Disdukcapil, sehingga dari dokumen aspal tersebut, tanda tangan Penjabat (Pj) Disdukcapil yang banyak discan Drs.H.Badrun,M.Si yang saat itu masih menjabat sebagai Seketaris Daerah (Sekda) Tarakan. Serta pada saat dirinya telah menjabat sebagai kepala Disdukcapil namun cuti ibadah haji, dan Pj Disdukcapil dipegang Ir.Budi Setiawan Asisten 1 Pemkot Pada saat itu

“Blanko yang hilang itu terjadi sebelum saya menjadi kepala Dinas, dan mayoritas Tanda tangan pejabat dinas yang saat itu diperbantukan PJ rata-rata discan.” Jelasnya.

Ketika ditanya bagaimana caranya agar dokumen yang hilang tersebut bisa didapatkan kembali, dengan lugas Ilham menjawab, tidak perlu dicari nanti warga yang sudah memiliki KTP atau KK aspal tersebut datang sendiri ke Disdukcapil karena mengurus kependudukan.

“Dari 112 Dokumen Blanko KTP yang raib sudah 102 yang diamankan, itu pada saat mereka hendak mengurus kependudukan di Disdukcapil, karena mendapatkan KTP dengan cara yang tidak benar, kita minta yang bersangkutan mengurus ulang pembuatan KTP-nya, sedangakn untuk KK dari 80 blanko yang raib 8 sudah berhasil diamankan.” Tegas Mantan Seketaris Dewan ini.

Diakuinya, raibnya blanko asli serta pemalsuan tanda tangan dengan cara discan melibatkn oknum pegawai Disdukcapil, namun dizaman kepemimpinan Ilham Noor, dirinya memastikan pembuatan KTP dan KK sesuai dengan prosedur dengan mempersempit celah keluarnya KK dan KTP aspal.

“Antisipasi KK dan KTP bermasalah, Disdukcapil sudah mengeluarkan edaran disetiap kelurahan yang isinya warga yang mengurus KTP atau KK diminta langsung mengurusnya sendiri tanpa perwakilan, jikapun harus menggunakan perwakilan diwajibkan membuat surat kuasa dengan ditandatangani diatas materai.” Tuntas Ilham Noor.

Adapun Warga Sungai Bengawan yang mendapatkan KK Aspal tersebut, bermula pada saat musim kampanye Calon Anggota Legislatif, yang aman ada oknum caleg menawarkan kemudahan mendapatkan KK dengan membayar uang sejumlah Rp.300.000. (run)