Klenteng Tarakan Sambut Imlek, Tahun Shio Kambing Penuh Dengan Keberuntungan

0
504
Akiang Tampak Tengah Merapikan Lilin Raksasa Yang Nantinya Dinyalakan Pada Saat Malam Menyambut Datangnya Imlek 2556 / 2015 Masehi
Akiang Tampak Tengah Merapikan Lilin Raksasa Yang Nantinya Dinyalakan Pada Saat Malam Menyambut Datangnya Imlek 2556 / 2015 Masehi
Akiang Tampak Tengah Merapikan Lilin Raksasa Yang Nantinya Dinyalakan Pada Saat Malam Menyambut Datangnya Imlek 2556 / 2015 Masehi (run)

MBNews, Tarakan – Etnis tionghoa kota Tarakan tengah bersiap menyambut datangnya perayaan Imlek 2566 yang jatuh pada 19 Febuari 2015, hal tersebut sudah terlihat diklenteng Toa Pek Kong Jl.Teuku Umar (Markoni) Kota Tarakan. Dimana pengurus klenteng sudah membersihkan patung dewa, lingkungan sekitar klenteng hingga memasang beberapa pernak pernik imlek seperti lampion dan lainnya sehingga terlihat menghiasi klenteng tertua kota Tarakan ini.

Kepada merahbirunews.com, Akiang Tokoh spiritual umat kong hu cu yang sehari harinya mengabdikan di kelenteng toa pek kong mengatakan, pengurus klenteng toa pek kong sudah jauh hari membersihkan klenteng, baik mengecat sebagian bangunan hingga kepada membersihkan patung dewa yang ada di Toa Pek Kong.

“Kita menyambut Imlek setiap tahunnya dengan suka cita, dan Toa Pek Kong sebagai rumah ibadah umat konghucu juga sudah dibersihkan dari beberapa waktu lalu.” Ungkap Akiang, Selasa (17/02/2015).

Selain itu, lilin raksasa berukuran 1,80 Meter dengan berat mencapai 50 Kilogram/lilin juga telihat sudah tersusun rapi dikanan kiri altar patung dewa. Adapun jumlah lilin raksasa tersebut setiap tahunnya didatangkan oleh pengurus klenteng Toa Pek Kong sebanyak 50 pasang lilin, dengan harga sepasangnya Rp.2.200.000.

“Lilin raksasa setiap tahunnya didatangkan langsung dari Surabaya, sepasang lilin beratnya mencapai 100 Kilogram dengan tinggi mencapai 1,80 Meter.” Jelasnya.

Adapun simbol Lilin tersebut menurut Akiang, melambangkan penerangan, Masa depan dengan penuh harapan, sehingga nantinya lilin lilin tersebut akan dinyalakan oleh warga tionghoa yang sudah membelinya pada saat malam penyambutan Imlek yang sekaligus sebagai momentum umat tioanghoa beribadah memanjatkan doa dan syukur kehadirat Tuhan.

”lilin akan menerangi ruangan klenteng hingga 15 hari setelah perayaan imlek atau jelang Cap Go Meh. Tidak dimatikan lilinya hingga cap go meh dengan maksud agar panjang rejeki, panjang umur.” Beber Akiang.

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting etnisTionghoa, Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama).

Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”. Adapun pada tahun 2015 ini, tahunnya shio kambing yang dimulai pada tanggal 19 Februari 2015 dan berakhir pada tanggal 7 Februari 2016. Shio kambing ini nantinya akan berkombinasi dengan unsur kayu dan membentuk tahun 2015 menjadi tahun kambing kayu. Dari sisi Shio, Kambing merupakan tanda kedelapan yang terdiri dari 12 Shio.

Dalam kebudayaan Tionghoa, angka “8” merupakan angka keberuntungan serta melambangkan perdamaian dan kemakmuran, sehingga diharapkan pada imlek kali ini perdamaian dan kemamuran dirasakan oleh Indonesia dan kota Tarakan pada khusunya. (run)