Komisi V DPR RI : Kami Siap Bantu Pengembangan Bandara Juata, Asal…

0
345
Ketua Komisi V DPR RI Muhidin M Said (hfa)
Ketua Komisi V DPR RI Muhidin M Said (hfa)
Ketua Komisi V DPR RI Muhidin M Said (hfa)

MBnews, Tarakan – Pemerintah pusat terus berupaya melakukan pengembangan infrastruktur di daerah salah satunya bandar udara, namun pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pembebasan lahan kawasan yang akan dikembangkan sebagai penunjang fasilitas bandara.

Hal tersebut disampaikan ketua komisi V DPR RI Muhidin M Said saat melakukan pemantauan proyek pengembangan Bandara Juata Tarakan Selasa (24/6/2014).

Menurutnya, pengembangan insfrastruktur bandara hendaknya berbasis pada faktor keselamatan penumpang. Salah satunya di Tarakan, daerah pemukiman diharapkan dapat jauh dari bandara. Jikapun ada, pemerintah daerah berani mengganti rugi lahan beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan bandara, dan lahan yang sudah dibebaskan suatu saat akan bermanfaat untuk pengembangan fasilitas lain.

“Keselamatan penumpang harus menjadi hal utama, contohnya landasan pacu atau runway di bandara Juata Tarakan seharusnya dapat didaratkan pesawat dengan dua arah, karena faktor keselamatan saat ini hanya bisa satu arah saja.” kata Muhidin M Said

Selain keselamatan, komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan tersebut berharap, adanya pengembangan yang lebih baik di bandara juata Tarakan salah satunya perpanjangan landasan pacu atau runway dan terminal.

“Kita inginkan landasan pacu atau runway juga dapat diperpanjang, entah itu ditambah 100 meter atau 200 meter lagi, yang penting bisa didarati pesawat yang lebih besar.” ungkap Muhidin M Said

Sementara itu, Walikota Tarakan Sofian Raga langsung menanggapi pernyataan Komisi V DPR RI dan langsung bekerja untuk memikirkan pembebasan lahan di sekitar areal bandara. Namun hal tersebut dilakukan berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

“Setelah ini saya akan coba melakukan pembahasan untuk pembebasan lahan di sekitar areal bandara, biarkan pemerintah bekerja dengan maksimal.” ungkap Sofian (HFA)