Komplek Prostitusi Sungai Bengawan Masih Menyisakan Banyak Persoalan

0
1601
Wanita Penghibur Komplek Sungai Bengawan Sedang Didata Oleh Petugas Kecamatan Tarakan Utara (run)
Wanita Penghibur Komplek Sungai Bengawan Sedang Didata Oleh Petugas Kecamatan Tarakan Utara (run)
Wanita Penghibur Komplek Sungai Bengawan Sedang Didata Oleh Petugas Kecamatan Tarakan Utara (run)

MBNews, Tarakan – Warga Komplek Prositusi sungai bengawan kecamatan Tarakan Utara, mengeluhkan janji pemerintah kota terkait penyediaan sarana aliran listrik yang tidak kunjung tersedia hingga saat ini, pasca relokasi eks. Prostitusi Gunung bakso beberapa tahun silam.

Kepada MBNews, Asrof salah seorang pengurus komplek prostitusi sungai bengawan mengatakan, sebelum warga gunung bakso yang mayoritas berprofesi sebagai wanita penghibur direlokasi ke sungai begawan, pemerintah kota menjanjikan ketersediaan aliran listrik, namun sampai saat ini hal tersebut belum terpenuhi.

“Kalau malam kita menggunakan mesin genset untuk menerangi komplek ini mas, tidak sesuai dengan yang dijanjikan, pada saat relokasi dilakukan oleh pemerintah kota” Keluh Asrof, Jumat (10/10/2014)

Bahkan hal yang terparah menurut Asrof, lahan sungai bengawan yang saat ini menjadi komplek prostitusi sedang bermasalah, ada beberapa pihak yang mengklaim kepemilikan tanah. Padahal menurut Asrof, warga yang bermukim diareal komplek sungai begawan telah membeli tanah tersebut dari pengembang, sejak awal relokasi dilakukan oleh pemerintah kota.

“Semenjak relokasi dilakukan, selain persoalan listrik,air, sengketa klaim tanah juga terjadi, saya sendiri sudah membayar Rp.25 juta dengan pengembang yang tidak usah saya sebutkan namanya, ini harusnya bisa disikapi pemerintah.” Ungkapnya.

Selaku salah satu pengurus komplek sungai bengawan, Asrof berharap pemerintah kota bisa melegalkan kawasan sungai bengawan sebagai tempat hiburan, dengan adanya pelegalan tersebut diharapkan tidak ada lagi persoalan yang dihadapi oleh warga komplek.

“kalau bisa pemerintah kota melegalkan komplek prostitusi sungai begawan, agar tidak ada lagi persoalan dan permasalahan yang dihadapi warga, kita siap dipungut pajak perbulannya.” Tegas Asrof. (RUN)