Listrik PLN Belum Masuk, RSUD menghabiskan Rp.124 juta Untuk Pembelian BBM Mesin Genset.

0
333
Gedung RSUD Tarakan (run)
RSUD Tarakan
Gedung RSUD Tarakan (run)

MBNews, Tarakan – Belum masuknya aliran listrik dari PLN Tarakan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Tarakan, membuat pihak manajemen harus mengeluarkan kocek yang cukup besar untuk membeli bahan bakar Minyak (BBM) non subsidi, yang digunakan sebagai bahan bakar genset listrik RSUD.

Direktur RSUD Tarakan dr. Wira Negara Tan,S.IP,MM,M.AH,Ph.D, Minggu (13/07/2014) menjelaskan, dengan belum masuknya aliran listrik, RSUD harus mengeluarkan anggaran 124 juta rupiah untuk 10 ton BBM, dan pemakaian BBM tersebut tidak sampai 10 hari.

“Dari jam 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore hari,mesin genset dihidupkan dalam perharinya cost anggaran untuk penggunaan BBM non subsidi tembus Rp.10 juta.” Kata Wiranegara Tan.

RSUD Tarakan sudah lama mengajukan permohonan kepada PLN terkait aliran listrik tersebut, namun dari tahun 2013 hingga bulan juli ini pihak rumah sakit masih menunggu kepastian PLN.

“Awal Desember 2013 rencana listrik PLN masuk, namun selalu mengalami kemunduran waktu. Hal ini bisa disebabkan saat ini PLN masih mengalami krisis listik.” Ungkap Wiranegara Tan.

Akibat belum tersedianya aliran listrik dari PLN, Pengeluaran terbesar RSUD ada pada anggaran BBM untuk genset, disusul oleh maintenace (perbaikan, red) serta gaji karyawan. (RUN/HFA)