Masjid Baitul Izzah Memprihatinkan, DPUTR Janji Meperbaiki

0
540
Ketua MUI Kaltara K.H.Zainuddin Dalilla Prihatin Dengan Kondisi Masjid Baitul Izzah Tarakan Pada Bagian Bangunan Pendukung Masjid Sudah Retak dan Mengalami Penurunan Bangunan (run)
Ketua MUI Kaltara K.H.Zainuddin Dalilla Prihatin Dengan Kondisi Masjid Baitul Izzah Tarakan Pada Bagian Bangunan Pendukung Masjid Sudah Retak dan Mengalami Penurunan Bangunan (run)
Ketua MUI Kaltara K.H.Zainuddin Dalilla Prihatin Dengan Kondisi Masjid Baitul Izzah Tarakan Pada Bagian Bangunan Pendukung Masjid Sudah Retak dan Mengalami Penurunan Bangunan (run)

MBNews, Tarakan – Kondisi Islamic Center Baitul Izzal Kampung 4 Kecamatan Tarakan Timur, saat ini kondisinya cukup memprihatikan, dengan bangunan retak dan mengalami penurunan di bagian belakang masjid, mendapat perhatian dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kaltara K.H.Zainuddin Dalilla.

Kepada MBNews, Zainuddin Dalilla mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) seharusnya bisa segera untuk memperbaiki bagian belakang masjid yang menjadi kebanggan umat muslim di Tarakan, jika hal ini dibiarkan berlarut larut tanpa adanya perbaikan, selaku ketua MUI Kaltara dirinya khawatir bangunan yang sudah masuk kategori rusak parah tersebut bisa rubuh.

“Saya berharap Pemkot bisa segera mengambil tindakan untuk memperbaiki keretakan yang terjadi sebagian bangunan pendukung Islamic center ini.” Ungkap Zainuddin yang juga merupakan mantan Ketua MUI Tarakan ini, Senin (5/1/2015)

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) M.Haidir,S.T menegaskan, jika tidak ada halangan perbaikan masjid atau Islamic Center Baitul Izzah akan dilakukan dalam minggu ketiga Januari, mengingat lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung telah melakukan kajian yang nantinya dijadikan sebagai acuan perbaikan masjid terbesar di Wilayah Kalimantan Utara tersebut.

“Dalam bulan Januari ini, kita sudah akan melakukan rehab terhadap kondisi Islamic center.” Tegas Haidir.

Hadir memastikan, dalam perbaikan terhadap bangunan masjid baitul izah, dipastikan tidak akan merubah bentuk dan kondisi Islamic center, mengingat jika merubah bangunan kebanggan umat muslim tersebut secara tidak langsung merubah filosofi yang tergambar dari bentuk bangunannya.

“Tidak akan merubah bentuk masjid.” Jelasnya.

Sedangkan menurut Fandariansyah, ST. MT selaku Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Tarakan, retaknya bangunan masjid Baitul Izzah khususnya bangunan pendukung yang berda dibelakang mesjid dikarenakan terjadinya penurunan tiang penyanggah bangunan. Penurunan ini sudah mencapai 10 centimeter.

“Masjid tidak akan roboh, dan ini terjadi hanya pada bagian belakang masjid atau bangunan tambahan.” Ungkap Fandariansyah.

Dijelaskan, pihak DPUTR sengaja membiarkan bangunan belakang masjid terus mengalami penurunan, hal ini dilakukan agar tanah yang menjadi penopang bangungan tersebut menjadi padat, dan pada saat melakukan perbaikan bangunan, dipastikan tekhnik yang dilakukan adalah membelah bagian bangunan pendukung masjid tersebut.

“Bukan tidak diperbaiki, kita menunggu tanah masjdi padat setelah itu bangunan akan dibagi agar perbaikan masjid menjadi mudah.” Bebernya.

Adapun anggaran yang digunakan untuk memperbaiki Islamic Center tersebut Pemkot Tarakan hanya mengeluarkan anggaran sebesar Rp.400 juta rupiah yang digunakan untuk kajian LAPI ITB Bandung, sedangkan biaya perbaikan mesjid sepenuhnya ditanggung oleh Pihak Kontraktor dengan estimasi biaya perbaikan mencapai Rp. 2 Milyard (run)