Mengenal John Kei dan juga Nus Kei, Dua Pimpinan Kelompok Bentrok di dalam Bekasi

0
581
Mengenal John Kei kemudian juga Nus Kei, Dua Pimpinan Kelompok Bentrok di area dalam Bekasi

merahbirunews.com – Sosok John Kei kemudian Nus Kei belakangan ini menjadi sorotan warganet setelah terjadi bentrokan antara kedua kelompok yang pada Medan Satria, Kota Bekasi, pada Minggu (29/10/2023). Bentrokan hal tersebut menyebabkan manusia pria dari anggota kelompok Nus Kei yaitu Gaspar atau GR (44) tewas tertembak.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan bentrokan antara kelompok John Kei dengan kelompok Nus Kei ini dipicu konflik di area Maluku.

Buntut dari konflik di area Maluku, kelompok Nus Kei berniat untuk membalaskan dendam dengan menyerang kelompok John Kei. Hengki menyebut kelompok Nus Kei memberi tahu lawannya bahwa mereka itu akan menyerang. Oleh karenanya kelompok John Kei bersiap-siap untuk melawan balik.

Lantas, siapakah John Kei juga Nus Kei tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Diketahui, John Kei kemudian Nus Kei sudah bermusuhan sejak tahun 2020 lalu. Keduanya sudah saling menyerang bersama dengan kelompoknya masing-masing sejak tahun tersebut. Dugaan adanya penyerangan ini sebelumnya pun sudah pernah memakan korban hingga tewas kemudian berujung ditangani oleh pihak kepolisian.

Konflik antar kelompok ini tak lepas dari nama pimpinannya, John Kei juga Nus Kei. Nus Kei sendiri bukanlah namanya dari lahir, tetapi banyak yang digunakan mengenalnya dengan nama tersebut. Nama asli Nus Kei adalah Agrapinus Rumatora.

Ia berasal dari Maluku Tenggara juga sudah lama tinggal di area Jakarta. Rumahnya berada di tempat kawasan cluster Australia Green Lake City, Tangerang.

Dalam kasus penyerangan pada tahun 2020, ia pernah mengaku paman dari John Refra Kei alias John Kei kepada awak media.

Namun setelah dikonfirmasi kepada John Kei, pernyataan yang disebut tidaklah benar. John Kei menyebut sebenarnya Nus Kei adalah mantan anak buahnya.

John Kei menyebut bahwa permusuhan merek berawal dari adanya hutang Nus Kei kepada John Kei sebesar Rp 1 miliar yang digunakan dijanjikan akan dikembalikan setelah 6 bulan dengan dua kali lipat.

Namun, pada saat John dan juga anak buahnya hendak menagih di tempat rumah Nus Kei, malah berujung pengrusakan serta penyerangan di tempat tahun 2020 silam.

John Kei juga merupakan pria dengan syarat Maluku. Kata “Kei” pada belakang namanya merujuk pada kampung kelahirannya yakni Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Pada tahun 1990, John Kei memilih pergi merantau ke Jakarta. Ia mendirikan sebuah organisasi bernama AMKEI (Angkatan Muda Kei). Organisasi hal tersebut terbentuk setelah kerusuhan di area Tual, Pulau Kei pada bulan Mei tahun 2000.

Melalui organisasi ini, John Kei memulai bisnisnya sebagai debt collector. Ia dikenal mempunyai banyak pendukung, dan juga memiliki koneksi dengan beberapa orang pejabat juga bos-bos dunia malam.

Profesi inilah yang dimaksud juga menjadi awal mula perselisihan dengan Nus Kei.

Kronologi Kejadian

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly menyebut kelompok John Kei mengaku kepada pihak kepolisian bahwa ia akan diserang oleh kelompok Nus Kei.

Yudho menyebut kelompok Nus Kei berjumlah enam orang datang dengan menggunakan mobil. Mereka turun sembari membawa senjata tajam berjenis parang.

Kemudian, salah satu anggota dari kubu John Kei yaitu Felix atau FO menembakkan senjata api ke arah kelompok Nus Kei sampai menyebabkan GR tewas.

Lebih lanjut, Yudho menjelaskan bahwa korban langsung dievakuasi ke rumah sakit. Sementara itu kelompok John Kei pun melarikan diri dan juga pada saat ini sudah berhasil ditangkap.

Polisi Tetapkan 11 Tersangka

Hengki menyebut ada 11 orang yang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan antara kelompok John Kei kemudian kelompok Nus Kei.

Hengki menyebut sembilan dari sebelas tersangka sudah ditahan, sedangkan dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Ia menegaskan polisi memberikan ultimatum kepada dua tersangka yang mana masih buron untuk segera menyerahkan diri.

Tak hanya sekali memburu dua tersangka yang digunakan masih buron, polisi juga mencari barang bukti dalam bentrokan ini.

Hengki menjelaskan, Gaspar yang digunakan menjadi korban menembakan Felix sempat menelepon John Kei yang mana tengah ditahan di tempat Lapas Nusakambangan. Hal itu menjadikan polisi saat ini memeriksa ponsel milik sembilan tersangka yang digunakan ditahan.

Hasil pemeriksaan sementara, ada komunikasi antara John Kei dan juga Gaspar. Komunikasi itu terjadi Gaspar serta kelompoknya sedang merencanakan aksi balas dendam dalam tempat kumpul mereka itu pada wilayah Pondok Gede.

Karena diduga berkomunikasi dengan Gaspar, maka pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap John Refra alias John Kei. Polisi menduga ada instruksi yang diterima oleh kelompok John Kei sebelum penyerangan Gaspar lalu rekan-rekannya.

Hal itu dikarenakan Felix yang digunakan menjadi tersangka penembak Gaspar beserta lima tersangka lainnya, sudah menyiapkan senjata api (senpi). Kini John Kei ditahan di area Lapas Nusakambangan akibat terjerat kasus pengeroyokan hingga korban meninggal dunia.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa