Mentri Susi Ke Perbatasan Derawan, Kapal Asing Masuk RI Bakar Kapalnya Tahan Nelayannya

0
487
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti blusukan hingga ke kampung nelayan di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti blusukan hingga ke kampung nelayan di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim)(detik.com)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti blusukan hingga ke kampung nelayan di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti blusukan hingga ke kampung nelayan di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim)(detik.com)

MBNews, Para mentri kabinet kerja Presiden Jokowi mulai kerja sesaat setelah pelantikan, seperti salah satunya Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti. Mentri Susi blusukan ke daerah perbatasan Kampung Nelayan di Pulau Derawan, Kalimantan Timur, Indonesia terkait adanya kapal asing masuk ke perairan RI untuk menjaring hasil laut wilayah Indonesia khususnya di daerah perbatasan Kalimantan.

Mendengar kabar ada pencurian hasil laut oleh nelayan dan kapal asing, Susi meminta aparat segera mengejar. Mulai dari menahan nelayan, dan menyita sekaligus membakar kapal.

“Kejar. Bakar itu kapal. Biar kapok. Orangnya jangan dibakar, tapi ditahan,” ungkap Susi, Minggu malam (16/11/2014)

Menurut Susi, hal tersebut pantas dilakukan. Tidak ada sama sekali pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Karena ini bagian dari pertahanan dan keamanan negara.

“Pak Bupati, Polres, aparat jangan ada yang takut. Kalau ada masalah HAM, saya yang tanggung jawab,” terangnya.

Ia meminta untuk memulai operasi gabungan. Mulai dari TNI Angkatan Laut, Kepolisian beserta pihak aparat yang langsung terkait dengan permasalahan ini.

“Bikin saja operasi gabungan. Bawa lima kapal. Ajak aparat bawa senjata. Jadi satu, turun operasi,” tegas Susi.

Bila tidak demikian, sulit membuat kapal dan nelayan asing itu jera. Akan habis kekayaan laut Indonesia dikuras terus oleh pihak asing. Sementara aparat yang ada tidak melakukan apa-apa.

“Habis ditangkap, kapalnya disita. Kalau ada banyak, bakar satu atau dua. Jangan pernah dibalikin,” pungkasnya.