Menteri Kesehatan Nila : Jangan Pengaruhi Anak Untuk Merokok

0
394
Dilarang Merokok (ilustrasi)
Dilarang Merokok (ilustrasi)
Dilarang Merokok (ilustrasi)
Dilarang Merokok (ilustrasi)

MBNews, Kecanduan rokok bukan hanya dialami oleh pria dewasa saja, bahkan sejak dini para remaja sudah mengalami kecanduan rokok yang lumayan sulit untuk dihentikan. Semakin maraknya iklan di media televisi tentang bermacam – macam jenis rokok yang membuat para anak-anak menjadi terpengaruh dan penasaran tentang merokok, hasilnya tidak sedikit juga anak-anak yang penasaran untuk mencoba, terlebih jika tinggal di daerah lingkungan para perokok. Tingkat anak dapat terpengaruh menjadi perokok cukup tinggi.

“Anak-anak tidak bisa memutuskan sendiri, bisa ikut-ikutan atau misalnya bapaknya nyuruh anaknya merokok, menurut saya itu tidak benar,” kata Nila di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (16/11/2014).

Nila meminta agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tidak dilibatkan dalam dunia merokok. Misalnya, tidak memerintahkan anak untuk membelikan rokok di warung. Merokok pun seharusnya tidak di depan anak.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, HM Subuh menambahkan, selama ini sudah diatur mengenai pencegahan rokok pada anak-anak. “Ada PP yang tidak membolehkan menjual rokok depan sekolah atau beberapa ratus meter dari sekolah. Tidak boleh sama sekali menjual rokok pada anak kecil. Walau alasannya disuruh orang tuanya, juga tidak boleh,” papar Subuh.

Menurut Nila, orang dewasa seharusnya juga sadar akan bahaya merokok. Sudah banyak publikasi bahaya merokok bagi kesehatan. Bahkan kini bungkus rokok pun bergambar seram, seperti gambar paru-paru yang rusak. Jika tetap merokok, berarti mereka siap menanggung sendiri risiko bahaya merokok. Nila pun mengajak masyarakat untuk komitmen tidak merokok. Sekitar 75.000 cap tangan berhasil dikumpulkan sebagai bentuk komitmen tidak merokok. Cap lima jari tangan ini dilakukan serentak di sejumlah provinsi dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diserahkan kepada Nila di Monas.

Cap tangan “Komitmen Tidak Merokok” termasuk dalam rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).(kompas/XYD)