Minim Anggaran Pengembangan Objek Wisata di Tarakan, Dinas Pariwisata Harapkan CSR Perusahaan

0
1214
Bunker peninggalan perang dunia 2 menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang perlu dikembangkan (run)
Bunker peninggalan perang dunia 2 menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang perlu dikembangkan (run)
Bunker peninggalan perang dunia 2 menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang perlu dikembangkan (run)

MBNews, Tarakan – Pekerjaan Rumah Pemerintah kota Tarakan untuk membenahi objek wisata yang ada di Tarakan bukan persoalan yang mudah, karena pembenahan wahana wisata erat kaitannya dengan ketersediaan anggaran. Hal itu selalu menjadi alasan klasik lambannya penataan tempat wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tarakan Syachril, Jumat (15/08/2014) Mengatakan, objek wisata yang ada di Tarakan tidak ada yang alami yakni dalam artian perlu penambahan fasilitas ditempat wisata, agar objek wisata yang bersangkutan menjadi menarik untuk dikunjungi.

“Perlu penambahan fasilitas di beberapa objek wisata, seperti halnya Pantai amal untuk menarik pengunjung patut dibangun wahana wisata tambahan selain keindahan pantai, begitu juga objek wisata peninggalan perang dunia ke 2 seperti bunker, meriam dan lainnya perlu adanya fasilitas penunjang disekitar objek tersebut, dan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.” Jelas Syachril.

Dituturkan Syachril, untuk pengembangan objek wisata tentunya bukan hanya menitik beratkan anggaran yang digelontorkan pemerintah kota, namun perlu adanya perhatian dari pihak swasta melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pemerintah kota Tarakan mengembangkan fasilitas wahana wisata.

“Sektor swasta juga memiliki tanggung jawab sosial melalui program CSR-nya untuk membantu mengembangkan objek wisata di Tarakan, melalui kordinasi yang baik dengan pemerintah setempat diyakinkan objek wisata di Tarakan bisa berkembang dengan baik kedepannya.” Ungkapnya. (RUN/HFA)