MMM Merusak Tatanan Perekonomian, Hidup dan Berkembang MMM dari Downline

0
5361
ilustrasi (google)
ilustrasi (google)
ilustrasi (google)

MBNews, Tarakan – Pengamat ekonomi Universitas Borneo Tarakan Sudarto menilai, sistem Mavrodi Mondial Moneybox (MMM), yakni sebuah sistem untuk membantu sesama dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening anggota MMM sangat tidak realistis.

Menurut Sudarto, dalam sebuah sistem perekonomian tidak ada yang memberi bunga tinggi, apalagi MMM tidak bergerak dalam sektor riil, hanya mengandalkan dari perputaran uang para anggota.

“Masyarakat harus berfikir realistis, dalam sistem perekonomian tidak ada pemberian bunga (keuntungan, red) diatas 10 persen.” Kata Sudarto, Jumat (20/06/2014).

Dengan sistem MMM, Sudarto mengkhawatirkan masyarakat akan menjadi malas karena orang akan dibuai dengan dengan keuntungan mengiurkan setelah mengikuti mekanisme yang diatur oleh MMM.

“Demi mengharapkan keuntungan, dikhawatirkan ada orang menjual motor, ada yang menjual tambak, demi untuk ikut bergabung dan mendapatkan keuntungan dari sistem ini, akhirnya orang malas bekerja.” ucapnya.

[rpi]

Ditambahkan Sudarto, sistem keuntungan yang diberikan oleh MMM berasal dari downline atau anggota baru yang bergabung. Jika suatu saat sudah tidak ada lagi masyarakat yang ikut di dalam MMM, tentunya perputaran uang akan terhenti.

“Sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin tinggi keuntungan semakin tinggi resiko, bagaimana jika tidak ada anggota baru yang menjadi downline, apakah keuntungan bisa diperoleh?” tegas Sudarto.

Jikapun ada masyarakat yang hendak bergabung dalam MMM, hendaknya berfikir secara matang. Pelajari dahulu regulasinya, keuntungan yang diperoleh, serta izin resminya dari kementrian keuangan.

“Perlu dipelajari mulai dari regulasi dan perizinannya, seluruh institusi, organisasi, individu dan sejenisnya yang menghimpun dana, wajib mendapatkan izin dari kementrian keuangan.” Jelas Sudarto (RUN/HFA)

List Berita terkait MMM