Oknum UPZ Nakal Rela Menyunat Hak Zakat Fitrah Warga Miskin

0
596
syamsi dan tim melakukan prospek penerima zaikai fitrah (RUN)
syamsi dan tim melakukan prospek penerima zakat fitrah di daerah RT.55 Karang Anyar (RUN)
syamsi dan tim melakukan prospek penerima zakat fitrah di daerah RT.55 Karang Anyar (RUN)

MBNews, Tarakan – Entah apa yang ada dibenak oknum Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sehingga tega melakukan perbuatan tidak terpuji dengan menyunat zakat fitrah warga miskin yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan melalui UPZ disetiap masjid. Hal tersebut terungkap setelah Baznas saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak), Minggu (27/07/2014) di UPZ Karanganyar.

Kepala Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman,S.Pd Senin (28/07/2014) mengatakan, sidak dilakukan setelah Baznas mendapatkan laporan dari mustahiq (orang yang berhak menerima zakat,red) ada oknum UPZ yang tidak menyalurkan zakat.

“Kita (Baznas,red) telah melakukan 3 kali sidang yakni didaerah Juata laut, Juata Permai serta Karanganyar, alhasil ditemukan oknum UPZ nakal yang menyalahgunakan kepercayaan dari Baznas dalam penyaluran zakat Fitrah.” Ungkap Syamsi Sarman.

Adapun modus oknum UPZ dalam menyimpangkan uang zakat yakni mulai dari salah dalam mendata mustahiq, dalam hal ini orang mampu masuk daftar penerima zakat. Memalsukan tanda tangan penerima zakat, hingga kepada penyunatan amplop zakat.

“Untuk kasus di RT 55 Karanganyar, Oknum pengurus UPZ Ar Rahman hanya membagikan 1 amplop per rumah warga tidak mampu, seharusnya ada beberapa jiwa yang menerimanya. Contoh ada 4 jiwa dalam 1 rumah, amplop yang berisi uang zakat Rp.200.000 hanya diberikan 1, harusnya 4 Amplop yang diberikan. Artinya ada dana zakat sebesar Rp. 400.000 masuk kantong, bahkan oknum tersebut banyak memalsukan tanda tangan mustahiq penerima zakat.” Jelas Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tarakan ini.

Diakui Syamsi, kerawanan dalam penyaluran dana zakat fitrah potensi terbesar  terjadi pada UPZ yang berada didaerah terpencil, sedangkan UPZ yang berada di perkotaan kecil kemungkinan terjadi. Selaku kepala pelaksana Baznas Tarakan Syamsi berjanji akan terus mengusut oknum UPZ yang nakal, jika terbukti maka pada Ramadan tahun depan oknum yang bersangkutan akan diblack list dari kepengurusan UPZ.

Disisi lain, SRD Oknum Pengurus UPZ yang juga ketua RT 55 Karanganyar menjelaskan, dirinya bukan tidak menyerahkan uang zakat fitrah kepada yang berhak menerimannya, melainkan hanya menahan uang zakat tersebut sesaat.

“Uangnya masih ada sama saya, sebagian diberikan dan sebagian ditahan sebagai antisipasi siapa tahu ada warga miskin yang belum mendapatkannya.” Terang SRD (RUN/HFA)