PDAM Tarakan Merugi Sejak Krisis Listrik, Penderitaan Bertambah Dengan Adanya PTLB 59%

0
625
Agus Adnan ST, Dirut PDAM Tarakan (run)
Agus Adnan ST, Dirut PDAM Tarakan (run)

MBNews, Tarakan – Semenjak krisis listrik menerpa PLN Kota Tarakan, ditambah dengan restu DPRD Tarakan yang membuat Pemerintah kota melakukan Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sebesar 59%, menambah penderitaan dunia usaha baik itu swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diantaranya Perusaha Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan.

“PDAM mulai merugi sejak  awal 2014 dengan terjadinya krisis listrik, kerugian yang terjadi akibat tidak seimbangnya pemasukan dengan pengeluaran yang dilakukan PDAM selama terjadinya krisis listrik ditambah dengan adanya PTLB.” Kata Direktur PDAM Tarakan Agus Adnan, Selasa (19/08/2014)

Agus membeberkan, pemasukan PDAM dari penjualan air kepelanggan dan masyarakat dalam sebulan mencapai Rp. 2,4 hingga 2,5 Milyar, sedangkan pengeluaran PDAM Tarakan dalam sebulan pasca krisis listrik antara Rp. 2,4 hingga 2,7 Milyar.

“Sebenarnya saya agak malu menyebut pemasukan dan pengeluaran, tetapi inilah faktanya PDAM masih masuk kategori rugi.” Ungkapnya

Adapun pengeluaran terbesar yang ada di tubuh PDAM Tarakan diantaranya adalah pada sektor energi (listrik,red) mencapai Rp.600 juta, biaya pegawai Rp.500 juta, biaya kimia air sekitar Rp.400 juta, dan biaya perbaikan instalasi pipa yang mencapai Rp.250 juta.

“Biaya terbesar ada pada sektor energi sebesar Rp.600 juta besarnya biaya tersebut akibat dari penyewaan mesin genset.” Jelas Agus Adnan.

Melihat belum adanya keuntungan yang diperoleh PDAM selama 2014, Agus memastikan tidak menutup kemungkinan tarif air akan ikut menyesuaikan seiring dengan kenaikan tarif listrik 59 %. (RUN/HFA).