Pertamina UP VI Kalimantan Timur Prediksi Sebelum Akhir Tahun 2014 Kuota BBM Kota Tarakan Habis.

0
516
Sosialsiasi pegaturan pembatasan bbm subsidi (run)
Sosialsiasi pegaturan pembatasan bbm subsidi (run)
Sosialsiasi pegaturan pembatasan bbm subsidi (run)

MBNews, Tarakan – Dengan lahirnya Peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengatur Hilir dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 937/07/Ka BPH/2014, Pertamina UP VI Kalimatan Timur mulai gencar melakukan sosialisasi peraturan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Minyak Solar (Gas Oil) untuk wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

Dalam Sosialisasi yang dilakukan di Swissbel Hotel bersama dengan Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana) serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Se-Kaltara, Kamis (7/08/2014), Jhon Haidir Tim Managemen Pertamina UP VI Kaltim mengatakan, Jika tidak dilakukan pengendalian terhadap BBM bersubsidi, dikhawatir sebelum akhir Desember 2014 baik itu solar maupun premium akan habis sebelum waktunya.

“ Jika tidak dikendalikan, untuk solar akhir november kouta akan habis, sedangkan premium pertengahan Desember, karena itu perlu pengendalian sehingga pada akhir tahun kuota BBM baik itu solar dan premiumbisa mencukupi kebutuhan di Tarakan.” Ungkap Jhon Haidir.

Jhon Haidir menjelaskan, pengendalian BBM dilakukan merupakan dari dampak pemotongan kuota secara nasional, dan bukan pada persoalan boros atau tidaknya penggunaan BBM di Indonesia.

“Adanya pemotongan kuota sampai 20 % secara nasional, mau tidak mau harus dilakukan pembatasan  penggunaan BBM.” Terang Jhon.

Sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh Sales Representatif (SR) Pertamina Depo Tarakan Benny S.M. Hutagaol saat mendampingi Jhon Haidir, kuota BBM untuk kota Tarakan saat ini masih kategori cukup, untuk BBM Jenis solar saat ini tersisa kurang lebih 20 Kilo Liter, sedangakan Premium tinggal 20 Kilo Liter.

“Untuk BBM bersubsidi jenis solar pembatasan dilakukan dengan membatasi waktu pelayanan dari pukul 08.00 – 18.00, edaran BPH Migas tersebut sudah diberikan kepada SPBU yang ada di Tarakan, selain itu dilakukan juga melalui kartu survey.” Kata Benny S.M. Hutagaol. (RUN/HFA)