Pertaruhkan Nyawa Untuk Mengantar Buah Musiman

0
826
Perahu Longboat pulo payang milik Aminudin (koleksi pribadi)
salah satu anak buah Aminudin saat melakukan bongkar muat buah musiman di pelabuhan Tarakan di malam hari (HFA)
salah satu anak buah Aminudin saat melakukan bongkar muat buah musiman di pelabuhan Tarakan di malam hari (HFA)

MBNews, Tarakan – Anda mungkin bisa menikmati jenis buah-buahan musiman yang sedang marak di Kota Tarakan saat ini, diantaranya buah Rambutan, Langsat, Duku, Durian hingga Lay. Tapi tahukah anda bahwa beberapa orang mempertaruhkan nyawa untuk mengantarkan buah musiman tersebut yang rata-rata berasal dari wilayah bulungan dan KTT.

MBNews berkesempatan melihat langsung saat para pengantar buah musiman yang juga pemilik kebun melakukan bongkar muat di pelabuhan kecil di Tarakan. Dialah Aminudin pria yang berdomisili di Desa Antutan Kabupaten Bulungan tersebut mempertaruhkan nyawa menyeberang perairan Tarakan di malam hari untuk mengantar buah.

Dengan 2 anak buahnya Aminudin berangkat dari Antutan Bulungan sore hari sekitar pukul 18.00 sore dan sampai di Tarakan tengah malam dengan waktu tempuh perjalanan 6 jam. Mengunakan perahu longboat bermesin 2×15 PK yang dinamakannya “Pulo Payang”, Aminudin membawa hampir 1 Ton buah-buahan musiman yang didominasi durian dan duku.

“Saya berangkat malam hari karena kalau siang hari matahari begitu terik, namun resikonya selama perjalanan gelap gulita bahkan bisa saja menabrak sesuatu yang tidak kami lihat didepan.” Ujar Aminudin

Itu baru menyusuri sungai, belum lagi ketika berada di perairan laut Tarakan, karena ombak yang besar bisa saja menyambutnya dan anak buahnya, sehingga perlu kecerdasan, waspada dan berhati-hati dalam membawa perahu.

“Ketemu ombak di laut membuat saya lebih hati-hati, biasanya air masuk kedalam perahu, sehingga berat bawaan buah berpengaruh pada keseimbangan kapal juga, perlu diperhatikan itu” Ungkap Udin sapaan akrabnya

Perahu Longboat pulo payang milik Aminudin (koleksi pribadi)
Perahu Longboat pulo payang milik Aminudin (koleksi pribadi)

Sesampainya di Tarakan biasanya Aminudin menemui para tengkulak buah di pelabuhan dan langsung melakukan transaksi harga buah yang akan dijual. Biasanya ada tengkulak membeli semua buah yang dibawah dengan catatan diperiksa dulu kualitas buahnya. Harga yang diminta juga bervariasi tergantung kondisi buah, namun jarang Aminudin membawa buah dengan kualitas buruk

“Bisa di cek, buah yang saya punya kualitasnya sangat baik, duku rasanya manis, begitu juga durian dan lay, karena saya sudah bertahun-tahun melakukan hal ini saat musim buah datang.” Katanya

Dari menjual buah musiman ini, Aminudin dan anak buahnya mendapatkan penghasilan yang lumayan untuk kebutuhan sehari-hari, karena kesempatan ini tidak datang setiap waktu dan memiliki periode 2 tahun sekali (HFA)