Petugas di TPS diharapkan cermat administrasi, petugas tinta wajib tidak menyediakan tissue

0
290
Teguh Dwi Subagyo, Ketua KPU Tarakan (hfa)
Teguh Dwi Subagyo, Ketua KPU Tarakan (hfa)

MBNews, Tarakan – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tarakan mengingatkan petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar profesional dalam bekerja. Pasalnya hal yang rawan terjadi pada saat pemilihan umum presiden (Pilres) 9 Juli 2014 adalah persoalan administrasi pemilih.

Ketua KPUD Tarakan Teguh Dwi Subagyo, S.Hut, Senin (7/07/2014) mengatakan, belajar dari penyelenggaraan pemilihan umum legislatif (Pileg), masalah yang sangat krusial yang  timbul di TPS yakni masalah penempatan status pemilih antara pemilih yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTB), Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTB)

“Ini yang bisa menyebabkan kesalahan dalam penulisan administrasi oleh petugas di TPS, misalkan orang yang tidak mendapat C6 boleh datang ke TPS dengan membawa KTP, tapi petugas di TPS dimasukan dalam DPKTB, padahal konteks DPKTB adalah orang yang tidak terdaftar, sementara orang yang bersangkutan sudah terdaftar Cuma tidak mendapatkan formulir C6, sehingga harus berhati hati dalam administrasi” Ucap Teguh.

Selain itu potensi yang sering disalahgunakan adalah penyimpangan Formulir C6 yakni formulir pemberitahuan untuk memberikan suara kepada pemilih. Potensi penyimpangannya adalah digunakannya C6 oleh orang lain yang bukan pemiliknya.

“Untuk mencegah kecurangan C6, ada pada petugas KPPS No 4. Sehingga idealnya petugas KPPS No 4 adalah orang yang mengenal warga dilingkungan TPS yang berhak mencoblos.” Jelas Teguh.

Yang paling krusial adalah setelah menggunakan hak suara, pemilih diwajibkan untuk mencelupkan jari kelingkingnya di tinta yang sudah disediakan, dan minimal tinta tersebut mengenai keseluruhan kuku pemilih.

“Petugas terakhir, wajib mencelupkan jari pemilih jika sudah menggunakan hak pilihnya, hal itu dilakukan agar sipemilih tadi tidak melakukan pencoblosan lagi di TPS lain, dan jangan disiapkan tisue atau kain lap untuk menghapus tinta dijari biarkan tinta kering dengan sendirinya.” Tegas Teguh. (RUN/HFA)