Polres Olah TKP, Kuat Dugaan Kebakaran Karena Faktor Sengaja

0
625
Petugas kepolisian saat lakukan olah TKP kebakaran selumit (hfa)
Petugas kepolisian saat lakukan olah TKP kebakaran selumit (hfa)
Petugas kepolisian saat lakukan olah TKP kebakaran selumit pantai (hfa)

MBNews, Tarakan – Unit identifikasi Polres Tarakan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi kebakaran di RT 7 dan 15 kelurahan Selumit Pantai Tarakan, Selasa (6/1/2015). Tim tersebut melakukan penilaian dan pengumpulan barang-barang yang diduga adalah sumber awal api.

“Unit identifikasi mengumpulkan beberapa barang yang diduga menjadi titik awal timbulnya api, selain itu mendata kronologis kejadian berdasarkan keterangan beberapa saksi.” Kata Wakapolres Tarakan Kompol Alim

Setelah dilakukan identifikasi beberapa barang yang didapat di TKP langsung dibawa petugas untuk penyelidikan lebih lanjut sehingga dapat membantu pengungkapan kejadian kebakaran tersebut.

Sementara itu salah satu saksi awal mula kebakaran, Muhammad Sahril yang juga Ketua RT 7 Selumit Pantai mengungkapkan, kuat dugaannya penyebab terjadinya kebakaran karena faktor kesengajaan dari oknum warga berinisial AM. Diceritakan olehnya AM tinggal dengan mertuanya yakni berinsial PR dan memiliki perilaku yang tidak baik. Sering kali AM ribut dengan warga sekitar bahkan berakhir dengan kekerasan dengan membawa parang

“Saat itu AM sendiri dirumahnya, karena keluarganya pergi ke acara maulid nabi, begitu kejadian tidak ada tanda ledakan tiba-tiba api itu muncul dari rumah mertuanya, saya yang berada di dekat rumah AM langsung kaget api sudah membesar dari belakang rumah saya.” Ujar Muhammad Sahril

Diceritakan sebelum kejadian ini AM sering kali mengucapkan perkataan ancaman kepada mertuanya yakni akan membakar rumah dan itu diucapkan setiap kali bertengkar. Hampir semua warga RT 7 mengenali tingkah laku AM karena memiliki kebiasaan buruk bahkan sudah menjadi target operasi polisi karena kasus narkoba.

“AM juga sempat ditunggu dilokasi penampungan oleh warga dan akan dihakimi, saya sempat mencegahnya namun sudah keburu berada disana, saat akan dipukul AM melarikan diri kemudian akhirnya diamankan petugas aparat dan diperiksa di kantor polisi.” Kata Muhammad Sahril (hfa)