Subsidi 2 dan 4 Ampere Berakhir,PLN Ngaku Dirugikan

0
413
Aceh.Tribunnews.com
Aceh.Tribunnews.com

MBNews,Tarakan-Menjelang berakhirya masa subsidi bagi pelanggan 2 dan 4 ampere sesuai dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwali) No.17 Tahun 2014,pihak PT.PLN Tarakan mengaku rugi.Hal ini disampaikan langsung oleh Manager Tekhnik PT.PLN Tarakan Heni Setyo Handoko yang ditemui diakntornya Kamis 29 Januari 2015.

Heni menjelaskan,pihaknya akan rugi apabila masa subsidi ini berakhir, lantaran gas dari MKI belum sepenuhnya masuk ke dalam sistem di PT.PLN Tarakan.Otomatis dengan demikian,pihaknya kembali harus melakukan pembakaran solar untuk demi kelancaran kelistrikan di Tarakan.

“Ya kami akan rugi kembali,karena gas dari MKI belum 100 persen masuk ke system.Padahal kami sudah mendesak pihak MKI agar secepatnya melakukan Hot Tapping,tapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan.Otomatis kami kan harus bakar solar lagi,”jelas Heni.

Sesuai dengan Perwali No.17 Tahun 2014 tentang pemberlakuan Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sebesar 59 persen,khusus untuk pelanggan tarif sosial dan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA diberikan subsidi oleh pemerintah secara bertahap hingga 6 bulan terhitung mulai dari 22 Agustus 2014 dan akan berakhir 22 Februari 2015.

Meski demikian Heni mengaku tetap akan menghormati apa yang sudah tertuang di dalam peraturan daerah,dalam hal ini peraturan walikota (Perwali) No.17 Tahun 2014.

“Ini kan sudah menjadi amanat perda,jadi mau tidak mau harus diikuti walaupun sebenarnya disini kami yang rugi,”ujarnya.

Pihaknya juga menyesalkan molornya proses Hot Tapping yang dilakukan oleh PT.MKI sehingga sampai sekarang gas belum sepenuhnya masuk ke sistem PT.PLN.Karena menurut Heni,sudah banyak daftar tunggu pelanggan dengan daya besar yang mengajukan permohonan pemasangan baru.

“Harusnya itu sudah jalan,tapi sampai sekarang belum juga dikerjakan,kalau dari kami semakin cepat Hot Tapping itu dilakukan akan semakin bagus,karena kemunduruan adalah kerugian bagi PLN.Karena harus bakar solar dan pasang baru yang besar-besar juga sudah nunggu,”tuntas Heni.(mei)