Suhu Kota Tarakan Capai 32 Derajat Celcius

0
579
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Badan Meteorologi Klematologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memastikan, suhu udara Tarakan yang terasa panas dalam beberapa hari terakhir, bukan dampak dari gelombang panas yang menerpa India saat ini.

Prakirawan cuaca BMKG Tarakan Wiliam Sinaga mengatakan, gelombang panas yang dialami Negara India tidak sampai Indonesia khususnya di Tarakan. Menurutnya suhu panas yang dirasakan oleh masyarakat merupakan bentuk dari peningkatan suhu panas bumi yang terjadi saban tahun.

“Meskipun terjadi gelombang Panas di India yang menyebabkan banyaknya korban jiwa, tidak sampai ke Tarakan, panas yang dirasakan dalam beberapa hari terakhir bentuk meningkatnya suhu panas bumi setiap tahunya yang selalu mengalami peningkatan,” jelas Wiliam, Selasa (2/6/2015).

Dijelaskan, gelombang panas yang terjadi di India dipicu  angin panas dari padang asir Iran dan Afganistan melalui Arab Saudi, yang tertahan di pegunungan Himalayah, sehingga menimbulkan gelombang yang mengarah ke India. Dijelaskan, untuk gelombang panas tersebut tidak akan sampai ke Indonesia, karena pola angin timur sedang berlangsung di Indonesia, sedangkan di India angin berhembus dari barat laut.

Wiliam memastikan, suhu panas yang terjadi di Tarakan berdasarkan pantauan BMKG mencapai 32 derajat celcius, suhu tersebut masih masuk kategori relative aman

“Untuk suhu panas yang dirasakan masyarakat Tarakan, mencapai  32 derajat celcius,” ucapnya.

Bahkan di prediksi sepanjang tahun 2015 menjadi tahun yang paling panas, hal ini disebabkan kadar karbondioksida yang ada di bumi sudah dalam tahap mengkhawatirkan, saking tingginya, hal ini memicu perubahan iklim  yang efeknya bumi semakin panas.

“Untuk persentasi peningkatan suhu di berbagai daerah belum di ketahui, karena harus mengumpulkan banyak data dari sejumlah wilayah,” tuntas Wiliam. (ctr/nur)