Tenaga Penyuluh KB Kurang, Sosialisasi di Masyarakat Menjadi Kendala

0
614
Yenrizal Makmur Kakanwil BKKBN Kaltim (hfa)
Yenrizal Makmur Kakanwil BKKBN Kaltim (hfa)
Yenrizal Makmur Kakanwil BKKBN Kaltim (hfa)

MBNews, Tarakan – Mewujudkan keluarga sejahtera di masyarakat melalui program keluarga berencana atau KB, Pemerintah Kota Tarakan diminta menambah tenaga petugas penyuluh KB karena hingga saat ini tenaga yang dimiliki masih kurang. Kurangnya tenaga tersebut menjadi kendala sosialisasi kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim Yenrizal Makmur saat acara advokasi program Komunikasi Informasi dan Edukasi program keluarga berencana kepada Pemerintah Kota Tarakan dan instansi vertikal di Ruang Kenawai Kantor Walikota Tarakan, Kamis (17/7/2014) pagi.
Banyak masyarakat masih minim pengetahuannya tentang program keluarga berencana dan belum ikut dengan program KB. Sehingga pemberian pemahaman dan konseling yang dilakukan petugas penyuluh kepada masyarakat penting.
“Jika terjadi kekurangan tenaga penyuluh, hal tersebut akan menjadi kendala padahal masyarakat butuh banyak informasi seputar KB secara langsung dari petugas untuk lebih maksimal.” Kata Yenrizal Makmur
Idealnya setiap 1 kelurahan atau desa memiliki 1 hingga 2 orang petugas penyuluh KB dan kendalanya tidak semua kabupaten di Kaltim dan Kaltara mampu memenuhi hal tersebut.
“Solusinya pemerintah daerah perlu menambah tenaga penyuluh baik formasi CPNS maupun tenaga honor.” Ungkapnya
Yenrizal Makmur menambahkan, Kota Tarakan sebagai kota terpadat di Kaltara sudah mulai terlihat meningkatnya jumlah penduduk sehingga masyarakat perlu sadar pentingnya program keluarga berencana yang berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan ekonomi dalam keluarga. (HFA)